Sabtu, 20 Oktober 2012

TITLE : LOVE IN THE ICE (SPRING) part 1 b
GENRE : PG 15, (tenang.. gak ada NC kok,*saya bukan pengarang NC*)
CAST : DB5K
WARNING : INI SANGAT GAJE, ANEH, DAN KELEWAT AMAZING
AUTHOR : MONTA.
YAOI
Ini hanya fiksi. Ini murnu karangan saya. Jadi, saya harap tidak ada acara copas. Tidak ada yang boleh copas pokoknya.
saya juga menerima coment berupa apapun,saya masih pemula. Jadi saran-saran kalian pasti akan saya tampung, kalau bisa jangan si bash. jadi ingat ini ff “YAOI”. Jadi bagi para pembenci YAOI tidak disarankan untuk membaca.
Thank’s a lot for all readers... (Big Hug :*)

............
=Yoochun POV=
“ne Yoochun-shi, kau boleh duduk di sebelah Jaejong-shi yang paling pojok kanan belakang.” Yes aku mendapatkannya.untung aku sudah menyuruh orang lain agar teman sebangkunya meyingkir dari situ.
Dengan langkah yang ringan kulangkahkan kakiku menuju bangkunya.
Ia tak memandangku. Hahahaa lucu sekali. Jika dia tahu siapa aku ada dua kemungkinan.
Satu, ia menyukaiku dan yang kedua dia membenciku. Tapi aku lebih suka kemungkinan yang  ke satu.
“Apakah kau sudah mengatur semua ini?” tanyanya tiba-tiba saat aku telah duduk di bangku sebelahnya.
“Huh?” aku pikir dia mengetahui rencana suciku ini.
“Kenapa Ji Hye kau usir? Apa maumu.” Bentaknya.
“...”
“Siapa kau? beraninya mengaturnya?”
“...” dia menjengkelkan sekali.
“JAWAAAAAAAAAAAAAAAABBBBBBBBBB” teriaknya.
“Jaejong shi. DIAM!!! Kau sungguh tidak sopan.”  Songsaengnim menegurnya.
Aku bingung kenapa dia marah dipisahkan dengan teman sebangkunya. Dengan santainya aku duduk disampingnya.
“Siapa itu Ji Hye?” tanyaku pelan, dan kuharap dia menjawabnya baik-baik.
“Kau ingin tahu siapa dia? ” tanyanya pelan.
“Ya” jawabku sekenanya.
“Dia adalah pacarku.” Ujarnya dengan penekanan di setiap kata.
MWO? Dia sudah punya pacar? Oh apakah aku terlambat satu langkah?
“yang mana orangnya?” tanyaku ingin mengetahui rupa pacarnya.
“Yang terus menanyaimu saat kau memperkenlkan diri.” Katanya.
     Oh, aku tau yang amana orangnya.
“”Lumayan” gumamku.
=Ji Hye POV=
       Jae, aku tak mau kita pisah bangku. Tapi orang itu malah mengusirku. Aku tahu dia itu tunangan jae oppa. Kulihat Jae bicara dengannya.
Kulangkahkan kakiku menuju bangku Jaejoong oppa. Dan yang pertama kulihat senyum dari Jaejoong oppa. Dan muka datar orang itu.
“Oppa. Bisa kita bicara sebentar?” tanyaku.
“Tapi ada songsaengnim. Bagaimana?”  oppa, kau membuatku kesal.
“Lewat ponsel kan bisa. Kau jangan mencari alasan oppa! Aku jadi kesal denganmu.”marahku pada oppa. Maaf oppa.
“Oh Ne.. kembalilah ke kursimu Chagiya. Aku akan menghubungimu,” katanya dengan senyumnya yang tak pernah lepas itu.
=Jaejoong POV=
     Kulihat Ji Hye telah sampai di bangkunya. Kuambil ponselku dan mendial nomernya. Dia mulai mengangkatnya.
“Chagiya.... ” kudengar  suaranya mulai parau.
“Gwecha..”
“ne, gwenchana”
“Gwenchana? Bagaimana bisa? Suaramu jelas terdengar parau  chagiya.” Kataku khawatir.
“oppa, sungguh. Suraraku memang parau hari ini, ini kan sudah jadwalnya. Hahahahaha.”
DEG.
Sakit, perih rasanya mendengar suara tawanya. Ini tidak lucu. Tertawa disaat hainya luka.
Aku mulai memiliki firasat buruk dengan hubungan kami.
“ Chagiya, apa yang ingin kau bicarakan?”
“oppa, k-kita akhiri saja hubungan ini ne. ” kini aku mendengar tangisannya.
“Kenapa? Kau kenapa?” aku mulai panik.
“oppa, jangan pikirkan hal ini, kumohon. Dan kuharap kita masih berteman oppa.”
“...”
“oppa?”
Klik..
Ah, sudahlah. Jika ini memang jalan tuhan.
=Yoochun POV=
Saat jam istirahat Jae terus menangis. Aku terlihat jahat memang. Tapi ini kan Ji Hye yang memintanya, bukan perintahku. Tapi disisi lain aku senang mmereka putus. Itu membuka peluang besar bagiku ntuk mengisi hatinya lagi.
“Jaejong-ah, kumohon berhentilah menangis. Hei , ini hanya cinta monyet.”
Tangisannya makin menjadi.
Oh GOD......
      =Jaejoong POV=
Sial sekali aku hari ini. Kehilanggan Ji Hye, dan sebangku dengan orang yang menyebalkan itu.
Se anaknya disampainya dirumah.
“apa yang terjadi?” gumamku saat aku menyadari ada yang berbeda di rumah ini.
Rumah disulap  dan dihias- hias seperti acara pernikahan. Aku masuk dengan cueknya. Siapa eduli dengan panggilan eommaku. Huh, apa ia tidak paham bahwa anak sulungnya ini mengalami patah hati.
    Kumasuki kamarku. Kuganti pakainku dan.....
“Selamat datang Jae” suara itu?
Ku tolehkan kepalaku ke belakang. Orang itu,
“hei makhluk luar angkasa! Sejak kan kau disini?” tanyaku blak-blakan.
“sejak kau memasuki rumah ini. Belum lama kok.” Jawabnya santai.
“M-MWO??????????? Berarti kau melihatku berganti pakaian?” tanyaku shock.
Ia mengangguk dengan muka yang polos.
“Pergi kau!!!!!!!!!!” usirku.
“ ingat namaku, Park Yoochun. Chagiya~” katanya sebelum keluar kamarku.
“PERGIIIIII KAU BENAR-BENAR MENJIJIKAN”...
     Malam harinya orang-rang dirumahku berkumpul termasuk Yoochun dan orangtuanya .
“Jae... kau harus tau kebenarannya sekarang.” Kata eommaku.
Tau kebenaran apa? Apa apa apa apa eomma?????
“Jadi begini Jae, apa tau kau tak suka ini tapi helmeonimu sudah memutuskan bahwa kau akan menikah dengan anak keluarga Park.” Kata appaku dengan suaranya yang berwibawa. Lelaki manapun pasti menginginkan suara bassnya *author ngaco*.
“so.” Kataku.
“Kau akan.... *author tarik napas dulu* kami tunangkan dengan Yoochun.” Lanjut appa lagi.
“Kau jangan menolaknya Jae, atau namamu tak akan masuk daftar ahli waris keluarga Kim.”eomma langsung menyambung perkataan apa tanpa memberiu kesempatan untuk membuka mulut terlebih dahulu.
“Ya!! Eomma pikir ni jaman Siti Nurhaliza. Main jodoh-jodohan? Jangan anggap aku boneka barbie yang di jodohkan begitu saja.” Protesku.
“Jae, Yoochun bahkan sudah sangat setuju. Appa sudah menyuruh Ji Hye untuk memutusimu. Jangan sia-siakan perjuangan appa Jae.”
Akh, aku tahu siapa itu Yoochun. Pengacau hidupku. Perusak hibunganku dengan Ji Hye.
Aku akan kabur dari rumah ini. Aku ingin bebas. Aku tak ingin menikah dengan makhluk luar angkasa itu. TIDAK AKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!




TBC, next to part 2. waiting me. TFC TFL TFR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar