Heheheh senengnya bisa kesekolah....
walaupun tujuannya buat REMED-_-
yang penting ummmm yang penting....
pipp *penulis menghilang*
Minggu, 16 Desember 2012
kangen mama papa, serta saudara2ku.......
kupikir sedikit menyenangkan hidup tanpa ada mereka yang muncul ditiap penglihatanku.
kenyataannya????????
beginilah
"Kangen"
satu kata itu yang terus kugenggam
kangen temen-temen juga....
kanyen Ayu, Tari...
walaupun kami sering berantem ..
kangen deh sama kata yang sering diucapin Diajeng Tari Ningati "Novia! balikin komikku." hehehe jadi pengen minjem komik Tari lagi trus ga ku balikin deh (jahil) supaya Tari tiap hari sms aku.
Kangen deh sama Putri Ayu Yuliana yang selalu mau nemenin aku kepasar cuman sekedar buat beli kaset, keperpus walau cuman numpang baca, atau ke toko aksesoris.
Kangen sama Zacky adikku yang unyu-unyu ntuhh.... *sekarang unyu-unyu gak ya??*
walaupun aku gak suka disuruh mama, aku jadi pengen denger kalimat yang sering dikeluarkan mama "Via, cuci piringgg " atau "pel lantai"
atau papah yang sering bilang "Via, beliin spidol" atau "bikinin kopi"
kangen sebenernya nih sama kakakku Maulida Tripiana. yang tiap malem ngajakin nonton bareng "Monta(aku) aku punya film baru. mau nonton?"
yah walaupun nonton bareng kita harus nyelinep-nyelinep kayak maling buat ke tempat nenek.
kangen sama temen sd dulu yang kompak banget..... sama temen smp juga... walaupun masa smpku itu gak terlalu berkesan.....
dulu kalo mau ulangan belajar sering diperhatiin......
sekarang sih bebas..
tapi aku berharaplah bisa denger suara orangtuaku yang nyuruh aku belajar...
kagen sama masakan eksperimen nenekku di Amuntai yang bener-bener abstrak tapi enak^^
kangen sama ibu Jubaidah... guru Matematika... guru kesayanganku itu.... berkat dia aku bisa mendapat nilai matemaika bagus pas kelas 9
ah satu lagi Susi, tetanggaku.... kami erteman sejak tk... dia itu mungil*sekarang nggak
dia itu baik dan rame....
pokoknya satu kata buat semanya
Kangen
beneran lho....
aku serius
^^
kupikir sedikit menyenangkan hidup tanpa ada mereka yang muncul ditiap penglihatanku.
kenyataannya????????
beginilah
"Kangen"
satu kata itu yang terus kugenggam
kangen temen-temen juga....
kanyen Ayu, Tari...
walaupun kami sering berantem ..
kangen deh sama kata yang sering diucapin Diajeng Tari Ningati "Novia! balikin komikku." hehehe jadi pengen minjem komik Tari lagi trus ga ku balikin deh (jahil) supaya Tari tiap hari sms aku.
Kangen deh sama Putri Ayu Yuliana yang selalu mau nemenin aku kepasar cuman sekedar buat beli kaset, keperpus walau cuman numpang baca, atau ke toko aksesoris.
Kangen sama Zacky adikku yang unyu-unyu ntuhh.... *sekarang unyu-unyu gak ya??*
walaupun aku gak suka disuruh mama, aku jadi pengen denger kalimat yang sering dikeluarkan mama "Via, cuci piringgg " atau "pel lantai"
atau papah yang sering bilang "Via, beliin spidol" atau "bikinin kopi"
kangen sebenernya nih sama kakakku Maulida Tripiana. yang tiap malem ngajakin nonton bareng "Monta(aku) aku punya film baru. mau nonton?"
yah walaupun nonton bareng kita harus nyelinep-nyelinep kayak maling buat ke tempat nenek.
kangen sama temen sd dulu yang kompak banget..... sama temen smp juga... walaupun masa smpku itu gak terlalu berkesan.....
dulu kalo mau ulangan belajar sering diperhatiin......
sekarang sih bebas..
tapi aku berharaplah bisa denger suara orangtuaku yang nyuruh aku belajar...
kagen sama masakan eksperimen nenekku di Amuntai yang bener-bener abstrak tapi enak^^
kangen sama ibu Jubaidah... guru Matematika... guru kesayanganku itu.... berkat dia aku bisa mendapat nilai matemaika bagus pas kelas 9
ah satu lagi Susi, tetanggaku.... kami erteman sejak tk... dia itu mungil*sekarang nggak
dia itu baik dan rame....
pokoknya satu kata buat semanya
Kangen
beneran lho....
aku serius
^^
Selasa, 20 November 2012
TITLE : BEFORE
YOU GO
CHAP : 3 of LAST
CAST :
YUNJAEYOOSUMIN, JUNG JI HYE (*), AND OTHER
GENRE : LOVE, ??
(PG 15)
AUTHOR : MONTA
A.K.A .......
SOUND TRACK :
KOTOBA WA IRANAI (DB5K)
POV : gonta-ganti
Ini ff pertama
saya, yang dimana sayanya juga ikut masuk. Pemainnya hanya milik Tuhan dan
cerita ini karangan saya lebih tepatnya
khayalan saya.
Ini cerita
terakhir... dari BEFORE U GO
Dilarang COPAS..
Don’t like don’t
read
“Aku sudah memiliki
tunangan. Baru seminggu kami bertunangan.” Jelasku.
CHAPTER 3
=Norman POV=
Changmin
memandang Ji Hye tak percaya. Ji Hye hingga kini membuat mimik wajahnya lebih
meyakinkan dan meyakinkan.
“T-t-tidak! Hye-ie tak boleh tunangan!” histeris Changmin.
Ji Hye hanya membisu. Ia tak tau harus bicara apa. Nafasnya saja sudah terasa
sesak sekali.
“Kau bahkan tak memberiku kesempatan untuk mengatakannya.
Hatiku terkunci Ji Hye. Aku bahkan tak tahu bagaimana cara membukanya kembali.
Hingga aku menerima kenyataan pahit. Aku sungguh tak bisa membukanya kembali.
Tak bisa, tak bisa, tak bis-sa. Dan kini kau akan membiarkan hatiku terus
terkunci? Bahkan ratusan bidadari dari surga pun t ak akan sanggup membukanya. WALAUPUN
DOKTER MEMBELAHNYA SEKALIPU-N.”
Dan, Changmin
yang biasanya terlihat tegar mulai meneteskan kristal-kristal bening. Mengalir
seperti sungai yang amat teramat deras.
Ji Hye terpaku melihat Changmin. Ia bahkan tak percaya bahwa
sahabatnya ini menyukai dirinya.
Ji Hye turut menangis. Ia harus bagaimana?
“Ji Hye, saat kelas 2 sd. Kau ingat? Saat itu kau menangis
ketakutan, kau tak bisa kesekolah karena anjing pak Lee? Kau ingat? Saat itu
aku menolongmu. Dan untuk pertama kalinya kau memelukku. Dan saat itu aku mulai
menyukaimu. Hingga akhirnya aku tahu kau sudah bertunangan dengan Yoochun Hyung.
Bukankah kau pernah bilang padaku kau membencinya dan tak akan menikahinya.
Bahkan bertemu dengannya saja kau tak mau. K-kau membohongiku Hye-ie.” Tangis
Changmin makin menjadi.
“Satu keinginanku darimu. Yaitu hatimu dan cake strawberry
buatanmu. hehehe” Changmin tertawa dalam tangisnya. Dan Ji Hye sangat pilu
mendengarnya.
Ji Hye yang merasa
kehadirannya itu hanya akan mengacaukan emosi Changmin lebih memilih pergi dan
menjauh.
=Ji Hye POV=
Maafkan aku
Minnie. Aku terpaksa menerimanya karena paksaan keluargaku. Bahkan aku mulai
melupakanmu sejak pertunangan itu terjadi. Aku melupakkanmu.. dan itu diuar
keinginanku. Aku tak tahu kalau kau memiliki rassa lebih terhadapku. Aku
menerimanya, tetapi...... akankah hal itu terjadi? Mungkinkah?
oOo
17 Februari.....
Sudah 3 bulan sejak kejadian itu aku tak menjenguk Changmin
di rumah sakit. Kupikir-pikir... lama juga Changmin mejeng di rumah sakit.
Aku bahkan
bingung kenapa aku jadi ingin menjenguknya. Tak lupa aku membuat strawberry
cake favoritnya.
Baru sampai di
depan pintu kamar Changmin. Kulihat pintu itu terbuaka. Terdengar suara
tangisan. Dan kulihat seorang dokter dan beberapa suster mendorong ranjang
passien dan diatas ranjang itu ada seseorang yang seluruh tubuhnya ditutupi
kain putih.
“Apakah aku salah
kamar???????” tanyaku pada diriku sendiri.
Tapi setelah kulihat ke dalam. Kedua orangtua Changmin
mengangis. Dan kalian tau apa yang ada di pikiranku sekarang?
“Ji Hye... Changmin,, Changmin,” kata eommanya Changmin di
tengah isakkannya.
Aku hanya bengong seperti orang yang sangat bodoh.
“Changmin m-”
Dan kudengar tangis eommanya Changmin makin menjadi.
Dan sekarang aku dapat menarik kesimpulan.
Changmin......
Meninggal.....
Tetapi kenapa aku
malah menyiakannya. Kenapa aku tak pernah membuatnya bahagia.
Kenapa aku baru sadar... tentang perasaannya.
Aku terduduk dilantai. Dan tanpa kusadari. Butiran kristal
membanjiri pipiku.
Dan akhirnya aku menyesal.. sungguh Tuhan aku menyesal.
oOo
=Changmin POV=
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, aku hanya ingin berada di sisimu Ji Hye..
Cinta ini memanggil
Ku ingin kita terus saling erat
Ini perasaan tulus ku yang
kuat,andaikan aku dapat menghentikan waktu
Aku menyukaimu
Mereka tidak tinggal diam
Perasaan ku tidak bisa berhenti
ke mana cintaku pergi?
Ketika aku menyadari hal itu, aku
sudah jatuh cinta
Aku tidak bisa kembali sekarang
Jika kau menyadari bahwa tidak
ada batas di langit biru
Kemudian cepat datang padaku
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, aku hanya ingin berada di sisimu
Cinta ini memanggil
Aku ingin kita terus saling erat
Ini perasaan tulus ku yang kuat,
andaikan aku dapat menghentikan waktu
Aku menyukaimu
Tak ada tujuan
Langkah-langkah yang ku ambil
menunjukkan jalan kita
Ketika aku menyadari bagaimana
aku merasa
Kemudian mari kita memegang
tangan dan tidak pernah melepaskan
Musim bagi kita untuk menjadi
pecinta telah tiba
Jadi mari kita buka tangan
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, aku hanya ingin merasakan kehangatanmu Ji Hye
Cinta terbakar
Aku ingin menjadi satu denganmu
Setelah kita sudah dekat, mata
kita akan terbuka
Aku sangat menyukaimu
Bahwa tuduhan yang menyakitkan
akan mencair
Aku benar-benar menyukaimu
Kau tidak harus percaya padaku , aku masih akan mengawasimu
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, aku akan menjadikanmu terasa
nyaman di lenganku
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan
Aku akan membuatmu selalu tersenyum,
aku akan memastika kau tak akan bersedih
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, Aku akan terus mencintaimu
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, Ku masih dan selalu ada ...
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, aku hanya ingin berada di sisimu
Cinta memanggil
Aku ingin kita terus saling erat
Ini perasaan tulus ku yang kuat ,
andaikan aku dapat menghentikan waktu
Aku menyukaimu
Tidak ada kata-kata yang
diperlukan, ku hanya ingin merasakan
kehangatanmu
Cinta terbakar
Tidak ada kata-kata yang diperlukan,
aku hanya ingin berada di sisimu
THE END
Jumat, 09 November 2012
BEFORE YOU GO CHAP 2
TITLE : BEFORE
YOU GO
CHAP : 2 of ?
CAST :
YUNJAEYOOSUMIN, JUNG JI HYE (*), AND OTHER
GENRE : LOVE, ??
(PG 15)
AUTHOR : MONTA
A.K.A .......
POV : gonta-ganti
Ini ff pertama
saya, yang dimana sayanya juga ikut masuk. Pemainnya hanya milik Tuhan dan
cerita ini karangan saya lebih tepatnya
khayalan saya.
Mian ne, chap
kemarin banyak typo(s) yang berceceran. Gomawo atas koreksinya.
Don’t like don’t
read
=Ji Hye POV=
Kudengar derap langkah kaki. Sepertinya tak hanya 2 orang
yang bakal kesini. Mungkin lebih.
BRAKKKK
Kulihat pintu dibuka kasar oleh appanya Changmin. Dan
kulihat pula eommanya Changmin menangis hebat. Prediksiku...
“Ji Hye, gomawo ne, telah membawa Changmin ke rumah sakit.”
Kudengar suara bass yang keluar dari mulut appanya Changmin.
“Kenapa dia, hiks, hiks, s-sampai hiks begini..” kata
eommanya Changmin di sela isakannya. Sedang appa dan eommaku hanya menatap
Changmin dengan pandangan iba.
“Mianhe.” Ucapku tanpa sadar.
Semua mata menoleh padaku *kecuali Changmin*
Aku hanya balas menatap mereka. Aku lalu tertunduk. Haruskah
aku melanjutkan? Haruskah? Mungkin.
“Ne, nak Ji Hye??”
“Mianhe. Ahjushi, ahjuma. Sebenarnya dari tadi siang di
sekolah ia terus mengeluh pusing. kku pikir dia hanya bermain-main padaku, jai
tak ku hiraukan. Lalu saat pulang sekolah bersamakupun, dia terus mengeluh
pusing. Aku mulai jengkel padanya. Kubentak saja dia. Karena kupikir dia hanya
bercanda. Tapi saat ia pingsan, aku baru tau kalau dia itu serius. Mianhe
ahjuma, ahjushi.” Ucapku memohon.
Eomma Changmin dan appa Changmi menatap dingin kepadaku.
Kedua orang tuaku memasang wajah khawatir.
“Tega sekali kau membiarkannya Ji Hye.” Kata eomma Changmin
dengan nada geram.
“...”
“Kau tau DIA ITU SELALU MENJAGAMU. SAAT KAU DIGANGGU PREMAN
DIA YANG MENOLONGMU. BAKHAN IA BABAK BELUR. WALAUPUN KAU BERPURA-PURA SAKIT DIA
JUSTRU KHAWATIR PADAMU. SEKARANG APA YANG KAU LAKUKAN HAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH?”
murka eommanya Changmin padaku. aku hanya dapat seunggukan kecil. Bukan karena
dimaki eommanya Changmin. Tetapi karena aku menyesal. Sungguh aku menyesal
Changmin membiarkan kau terbaring di kasur rumah sakit.
“Sudah Min Rie, sebaiknya kau tenang. Changmin masih dalam
keadaan koma. Kau akan mengganggunya.” Terdengar suara appanya Changmin yang
menenangkan eommanya Changmin.
=Changmin POV=
“hiks,hiks”
Suara eomma. Itu suara eomma.
“Eomma jangan menangis!” teriakku sekuat tenaga.
“Apakah appa menyakitimu?” teriaku lagi.
“Tapi, aku yakin appa tak akan menyakitimu. Kenapa eomma
menangis??? Siapa yang eomma tangisi??? Siapa???” aku kembali berteriak tak
peduli suaraku akan serak atau hilang sekalipun. AKU TAK PEDULI.
Hei, aku mendengar suara bentakan seseorang. Apa yang ia
lakukan?? Ia membentak Ji Hye.
Ji Hye aku tak mendengar suaramu
lagi. Aku sedih Ji Hye. Kau dimana? Ji Hye?
Saat kau melihat
cahaya...
Apa yang kau pikirkan?
Bukan!
Itu bukan lampu atau
lilin.
Aku bahkan tak tahu
Cahaya apa itu?
Mungkin Cahaya
surga???
Apakah aku akan
kesana?
Aku tak ingin kesana.
Tapi Cahaya itu
menarikku..
Dan...
“unghhhh”
“Appa! Changmin sadar!” terdengar suara seorang wanita.
Kulihat seorang pria berlarian keluar. Dan wanita itu
menghampiriku sambil menangis lalu memeluku.
“Changmin, kau sadar Chagiya? Eomma senang.” Wanita itu
berkata sambil terisak. Aduh, gaje sekali. Siapa wanita ini aku tak mengenalnya.
Terdengar derap langkah kaki menuju kesini. Dan terlihat
sosok pria yang mengenakan pakaian serba putih dan seorang pria lain.
Sepertinya suami dari wanita yang memeluku tadi.
“Ya, dia baik-baik saja. Detak jantungnya normal.” Kata pria
serba putih tadi.
“Aku dimana?” tanyaku tiba-tiba.
“Siapa kau?” tanyaku pada pria serba putih itu.
“Aa.. Changminie, kau mengenalku?” tanya wanita tadi.
“Siapa kalian semua? Siapa itu Changmin?” tanyaju. Kudengar
tangis wanita tadi makin keras. Aneh sekali.
“Ohh dia amnesia. Tetapi dia hanya mengingat orang yang
benar-benar ia sayang.*author ngarang*” kata pria serba putih. Aku bingung dia
bicara apa?
“Kau mengenal seseorang di dunia ini? Siapa?” tanya pria
serba putih yang kelewat kepo ini.
“Ji Hye.. hanya nama itu yang ku tau sekarang. ”
Kedua pasangan suami istri itu kaget.
“Aku ingin bertemu dengannya, ku dengar ia menangis tadi.
Kudengar suara orang itu *Changmin menunjuk eommanya* membentaknya. Dan aku tak
suka itu. Aku ingin Ji Hye sekarang.” Pintaku. Hanya itu yang kuinginkan.
“Hiks, Changminie~ kami orangutanmu *eits typo* m-maksudnya
kami orangtuamu. Aku eommamu dan dia appamu.” Kata wanita itu di tengah
isakannya. Wanita menangis? Aku kebal dengan hal itu tapi saat di surga sana,
kurasa.....
Kurasa aku tak sanggup mendengar tangisan Ji Hye. Ia
membuatku hidup kembali.
“Jinja? Oh, ternyata aku punya orang tua. T-tapi kalian
bukan orangtuaku. Aku bahkan tak tau siapa orangtuaku, bantu aku mencarinya.
ne” kataku.
Tapi yang ada... wanita iu makin keras tangisannya. Aish
menyebalkan.
“Hei ahjushi berapa lama aku tidur?” tanyaku pada ahjushi
yang dari tadi memeluk wanita yang mengaku-ngaku eommaku.
“lima bulanan.” Jawabnya singkat.
“Aku ingin bertemu Ji Hye boleh?” tanyaku lagi.
“Lupakan dia! ” pinta wanita itu.
“Mwo? mana bisa! Hanya dia satu-satunya yang aku ingat.”
Kedua suami istri itu hanya bertukar panndangan.
“...”
“Lebih baik aku kembali dan memasuki pintu dengan ruangan
yang penuh cahaya itu.” Ancamku.
Mereka panik seketika dan kuharap mereka mau mengabulkan
permohonanku.
“B-ba-baik. Appa akan memanggilkannya untukmu.” Pria itu
segera menelpon seseorang. Mungkin Ji Hye.
“Yobseo.
Apakah ini dengan keluarga Jung?”
“Ne, Waeyo?”
“Dapatkah aku bicara dengan Ji Hye. Ah, ini
aku kepala keluarga Shim.”
“Ne, Ini Ji Hye ahjushi. Waeyo menelponku?”
“Maukah kau kerumah sakit? Changmin terus
mencarimu.”
“Hee? Lama tak mendengar kabar Changmin
setelah Lima bulan. Changmin harus mengulang sekolahnya satu tahun lagi. ”
“Ne,
selamat atas nilai terbaikmu se-Seoul. Kau akan menjadi guru privat yang baik
untuk Changmin. Kupikir ia lupa tentang pelajaran. Cepatlah kesini ne.”
“Ne.
Tunggu aku lima belas menit lagi ahjushi. Gomawo.”
=Normal POV=
CKLEEEK
“Aa. Mian menganggu. Boleh aku masuk?” tanyaku permisi pada
orang yang berada di dalam kamar.
“Nak Ji Hye! Terimakasih kau telah datang untuk Changmin.”
Seru eommanya Changmin.
“JI HYE!!!!!!!!!!!!!”
Sura Changmin menggelegr memanggilku.
Aku segera mendekat ke tempat Changmin berbaring dan kulihat
ia sudah berhasil duduk dari usahanya yang sangat berat untuk itu.
Ia segera menarikku ke dalam pelukannya.
“Bogoshipo Hye-ie, jangan tinggalkan aku.” Kata Changmin
membisikiku.
“Huh?? Kapan aku pernah meninggalkanmu?” tanyaku bingung.
“...”
“...”
“Ji Hye, ayo kita
menikah!” ajak Changmin tiba-tba.
“MWO?????????????” pekikku kaget
“Aku sudah tak sanggup lagi hidup debatang kara.”
“Siapa bilang kau sebatang kara? Kau punya eomma dan appa
Min.” Nasehatku pada Changmin.
“Ainiyo, aku sebatang kara. Dan itu aka berakhir jika kau
menikah denganku.” Kata Changmin dengan nada yang,,,,,, membuatku benar-benar
kasihan.
“Tapi Minnie,” aku sedikit ragu untuk mmelanjutkan
perkataanku.
“Tapi apa?” tanyanya tak sabaran.
“...”
“Jawab Ji Hye!”
“Aku sudah memiliki tunangan. Baru seminggu kami
bertunangan.” Jelasku.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Next to part 3. Thanks buat
yang udah bersedia mampir.
BEFORE YOU GO CHAP 1
TITLE : BEFORE YOU
GO
CHAP : 1 of ?
CAST :
YUNJAEYOOSUMIN, JUNG JI HYE (*), AND OTHER
GENRE : LOVE, ??
(PG 15)
AUTHOR : MONTA
A.K.A .......
POV : gonta-ganti
Ini ff pertama
saya, yang dimana sayanya juga ikut masuk. Pemainnya hanya milik Tuhan dan
cerita ini karangan saya lebih tepatnya
khayalan saya.
Don’t like don’t
read
Hai! Perkenalkan
, namaku Jung Ji Hye. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara. Aku kelas 3 Junior High School Toho Seoul. Oh opa2ku
dua-duanya laki-laki lho, mereka itu tampan-tampan. Dia sangat sayang padaku
aku tak pernah diperlakukan kasar oleh mereka, melontarkan kata kasar saja dia
tidak pernah.
Nama oppaku yang
paling tua adalah Jung Yunho.
.
Dia adalah
oppaku yang jago taekwondo, jago banged malah. Dia kelas 2 Senior High School Dong Bang Seoul. Dengan
ilmu bela dirinya itulah dia melindungi aku oppaku Junsu, dan eommaku dari
marabahaya di saat appa tak ada di rumah.
Misinya
saat ini adalah “belajar untuk
menyelamatkan dunia (?)
Aneh memang
misinya, mengingat dia masih mencintai Ultraman dari TK A sampai sekarang.
Nah ini oppaku
yg kedua Jung Junsu namanya
Dia ini anak
yang paling pintar di dalam keluarga kami. Saking pintarnya, sering kulihat ia
membolos pada jam pelajaran Bahasa Inggris. Dia sekolah di tempat yang sama dengan
Yunho oppa namun bedanya dia itu kelas 1. Dia itu sangat polos. Dia tidak
pernah berbohong padaku apalagi tentang orang yang ia sukai. Dan aku senang
mendengarkan curhatnya yang sebenarnya termasuk dala kategori aibnya.
Eommaku seorang
ibu rumah tangga yang jago masak. Appaku seorang dokter.
Dan ada Park
Yoochun
Appa dan eommaku
yang masih terobsesi dengan jaman Siti Nurbaya
itu dengan gampangnya mejodohkanku dengan Yoochun. Ia kelas 1 SMU. SMU yg sama
denga oppa2ku. Ia sekelas dengan Junsu oppa. Aku menerima kehadirannya di
duniaku. Jadi sekarang aku berpacaran dengannya.
Dia ini namja,
tapi cantik banget. Malah lebih cantik dari yeojya. Dia sahabat Yunho oppa.
Tapi kurasa
Yunho oppa punya perasaan lebih dari itu. Bahkan, Yunho oppa yang dulunya suka
memperhatikan wanita menjadi menutup diri terhadap wanita. Kecuali JJ oppa. ini
Forbiden Love namanya. Tapi kalau Yunho oppa memang tulus padanya pasti dia
punya cara untuk itu. Eh BTW JJ oppa kelas 3 SMU. Lebih tua setahun ya.
Ia juga teman
sekelasku. Aku selalu curhat padanya. Padahal aku selalu menutup diri. Bahkan
dengan keluargaku. Kami bertema sejak taman kanak2 waktu itu usia kami 5 tahun.
Aku sangat suka senyumnya. Ia tak pernah membuatku menangis. Tapi, aku sangat
kasihan padanya, diblik senyum manis dengan deretan giginya yang lucu ia
memiliki penyakit jantung bawaan sejak kelas 4 SD. Disaat jam olahraga ia
selalu tidak ikut. Orang tuanya
melarangnya karena antungnya terlalu lemah untu itu. Padahal olahraga itu
pelajaran kesukaannya.
Hari ini seperti biasa aku mengerjakan pr
bersama Changmin. Dan waktu itu aku lupa bahwa Yoochun oppa akan datang ke
rumah untuk bermain.
Tok tok tok
Kudengar orang
yang mengetuk pintu rumahku. Eommaku berlarian kecil keluar untuk membukakan
pintu.
“Ah, Yoocun, ayo
masuk.”
Terdengar jelas
suara eommku yang mempersilahkan Yoochun oppa masuk. Sekarang aku menatap
Changmin.
“Hye-ie.. kau
bilang Yoochun hyung tak akan datang hari ini.” Protes Changmin.
“gawat!!! Yoochun oppa akan
marah jika aku bersama laki-laki lain.” Panikku .
“Hai Ji Hye...”
sapa Yoochun oppa padaku.
“Hai Yoochun
oppa.” Balasku.
“Ji Hye, sudah
kubilang jangan dekat-dekat laki-laki lain. Apalagi kalu berduaan di ruang
keluarga.” Protes Yoochun oppa.
“tuh kan..”
“ya sudah Hye-ie aku pulang dulu.” Pamit Changmin
langsung keluar kudengar suara pamit Changmin pada oppa2ku dan eommaku.
“Dan aku sangat
cemburu Ji Hye.” Lanjutnya lagi.
Eommaku datang.
Sepertinya ia tertarik dengan bentakan halus Yoochun oppa .
“Hei Yoochun ada
apa?” tanya eommaku yang selalu ingin tahu urusan anak-anaknya.
“Ini bibi, dia
di ruang keluarga berduaan dengan Changmin.” Ujar Yoochun oppa dengan nada kesal.
“Apa salahnya,
dia hanya mengerjakan pr seperti biasa dengan Changmin, itu tidak aneh
mengingat kau yang sering mengerjakan pr bersama Eun Ji berdua di kamar Eun Ji.
Tanya saja pada Ji Hye apa dia marah kau begitu?” Bela Junsu oppa padaku.
“Ia. Junsu oppa
benar aku tidak pernah marah kau mengerjakan pr berdua dengan Onnie Eun Ji, di
dalam kamar pula. Kupikir itu tidak aneh.” Bentaku pada Yoochun oppa.
Eomma menjauh
sepertinya ia tidak tahu harus bicara apa pada lingkarang perbincangan anak
muda di rumahnya ini.
“Ji Hye, jangan
marah padaku ya.” Yoochun oppa melunak. Kutatap Yoochun oppa sinis.
“Lalu mau apa
Yoochun oppa kemari. Bukankah Yoochun oppa hari ini sibuk mengerjakan pr lagi
bersama eonnie Eun Ji?” tanyaku dengan penuh penekanan. Bagaimanapun aku sangat
kesal dengannya sekarang. Sampai Changmin pulang kerumahnya karena dia.
“Ya aku
mengajakmu jalan-jalan ke Tropical Land. Kau mau?” ajak Yoochun oppa.
Sebenarnya aku mau ke Tropical Land. Tapi
kalau bersamanya aku tidak mau untuk hari Sabtu ini saja. Moodku kurang baik
sekarang.
“Bagaimana?”
tawarnya lagi.
“Yoochun oppa,
aku rasa aku tidak enak badan hari ini. Bagaimana kalau besok saja?” tawarku.
Kulihat anggukan
Yoochun oppa yang sepertinya kecewa. Aku jadi merasa bersalah.
“Baiklah Ji Hye,
besok ya!” kata Yoochun oppa sebelum keluar dari rumah. aku mengantarnya sampai
depan pintu gerbang. Hingga bayangan sepeda motornya menghilang, baru aku masuk
kerumah.
“Ji Hye pabo, pabo, pabo,
kenapa aku membuatnya kecewa”
Gumamku sambil
memukul-mukul kepalaku.
“Ji Hye
hentikan! Jangan memukul kepalamu, nanti kau pusing.” Tegur Junsu oppa halus.
Aku segera menghentikan aksiku.
“Kau kenapa?”
tanya Junsu oppa denggan pandangan menyelidik.
“hehehe Junsu
oppa. Aku ingin bertanya denganmu boleh tidak?” tanyaku sambil mendudukan
diriku di kursi ruang tamu. Junsu oppa juga ikut duduk di sebelahku.
“Bertanya apa Ji
Hye?” tanya Junsu oppa seperti tidak sabar menunggu.
“Yoochun oppa
itu ada hubungan khusus gak sama eonnie Eun Ji?” tanyaku.
Junsu oppa
memasang muka aneh saat mendengar pertanyaanku.
“Kurasa tidak.
Yang kutau mereka hanya berteman, lagipula.. kedua orang tua Yoochun tidak
menyukai Eun Ji, karena dia wanita Club Malam. Dia memang cantik. tapi dia itu
sexy banget. Tapi dia gak secantik kamu Eun Ji. Kamu itu Luar Biasa banget.”
Jelas Junsu oppa. Dan aku percaya pada Junsu oppa karena Junsu oppa tidak
pernah bohong.
“Tapi sebenarnya
aku cemburu oppa. aku pernah mengecek ponselnya Yoochun oppa. dan dugaanku
benar. Ia lebih sering meghubungi eonnie Eun Ji dibanding aku. Sebetulnya dia setuju gak sih dengan
perjodohan itu.” Kataku dengan bebasnya bercurhat dengan Junsu oppa yang sering
keceplosan itu. Aku terpaksa. Karena hanya dengan Junsu oppalah aku dapat
mengetahui keadaan Yoochun oppa.
“Iya saat orang
tua kita dan orang tuanya berkata akan menjodohkan kalian, dia sangat senang
luar biasa. Sampai-sampai dia pamer fotomu dikelas.”
“Itukan saat 2
tahun yang lalu.. yang sekarang oppa.” rengekku sambil menarik-narik baju Junsu
oopa.
“Umm aku belum
tau pasti. Tapi aku akan menyelidikinya untukmu Ji Hye.” Kata Junsu oppa lalu
mengacak rambutku.
“rambutmu
berminyak Ji Hye. Kau belum mandi ya?” goda Junsu oppa.
“Iya, iya, aku
akan mandi sekarang oppa...” kataku lalu beranjak ke kamar mandi.
o0o
“Bulgogi buatan eomma enak sekali.” Kata Yunho
oppa sambil menyantap hidangan yang eomma buat dengan Lahap.
“Aku sudah
selesai makan ” kataku lesu.
“Ji Hye? Kau
sakit? Kau kelihatan sangat lesu.” Selidik Yunho oppa padaku.
“Aniyo,
gwenchana!” tangkalku. Aku sebenarnya baik-baik saja. Tetapi akupun tak tau
kenapa nada suaraku terdengar lesu.
“Jangan bohong
Ji Hye, kami ini kakak-kakakmu.” Kata Junsu oppa.
“Bagaimana kalau
kau curhat dengan kami semua. Kau selalu menutup dirimu Ji Hye, itu tidak baik
untuk dirimu.” Kali ini eomma ikut-ikutan nimbrung.
“ini pertama kalinya aku
akan curhat dengan mereka. Atau tidak.”
“Tak ada yang
perlu ku bicarakan.” Itulah jawabku untuk pertanyaan dan pernyataan mereka.
“Ji Hye, oppa
sedih kau tertutup pada kami semua. ” timpal Yunho oppa.
“Yunho oppa juga tertutup
soal JJ oppa.”
“bukankah siang
tadi kau bertengkar dengan Yoocun, Ji Hye? Mungkinkah itu masalahnya?” selidik
eomma. Ah soal itu.
“Sepertinya
begitu.” Jawabku sekenanya.
“Aish, kau ini”
kesal Junsu oppa.
“Aku benci
Yoochun oppa.” kataku judes.
“Wae?” eommaku
membatalkan acara cuci piringnya dan kembali duduk untuk mendengrkan curhatku.
“Sepertinya dia
memenci Changmin.” Aku tak tahan jika
tak menceritakan ini semua.
“Hei wajar. Dia
itu cemburu. Masa kau tidak paham perasaannya.” Eommaku ternyata lebih berpihak pada Yoochun oppa.
kedua oppaku hanya ikut mendengarkan.
“Tak paham? Yang
tak paham itu aku? Atau Yoochun oppa? apa dia tak paham kalau Changmin itu
sahabatku. SAHABAT.” Kataku dengan penekanan di kata terakhirku..
Aku langsung
berdiri.
“Ji Hye? Kau mau
kemana? ”tanya Yunho oppa kaget.
“Aku ngantuk
oppa. ini sudah sangat larut. Bangunkan aku jika appa datang.” Lalu aku pergi
beranjak kekamar.
o0o
“Pagi Changmin, kita berangkat bareng Yok. ”
ajakku pada Changmin pagi ini.
“Pagi Hye-ie.
Umm kau tak berangkat dengan Yoochun hyung?” tanya Changmin.
“Anu, hari ini
dia tidak bisa mengantarku.” Kataku jujurr.
“Sebentar tunggu
disini!” perintah Changmin padaku.
“Kau mau kemana
Changmin???” tanyaku pada Changmin setengah berteriak.
“Aku mau bilang
pada appa dan eomma untuk tidak mengantarku pagi ini!” balas Changmin dengan
setengah berteriak juga.
“Tak usah Min,
lebih bak kau bersama mereka. Biar aku minta antar Yunho oppa.” kataku.
Changmin berlari
ke arahku.
“Jangan!”
katanya sambil memegang tanganku erat.
“Tapi.”
“Kau ini.
Kumohon jangan. Pergilah bersamaku Hye-ie”
Changmin lalu
mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
“Min berangkat
sama Hye-ie appa.”
“Mian appa lain
kali saja.
“Ne appa.”
PLAAAAAKK
Tanganku
mendarat di pipi Changmin dengan kerasnya. Changmin meringis kesakitan sambil
mengelus pipinya dan menatapku heran.
“Hye-ie, apa
yang kau lakukan?” tanyanya.
“Changmin pabo.
PABO!” bentakku.
“Hye-ie aku ak
mengerti apa maksudmu.” Kata Changmin yang mulai ketakutan.
“Changmin pabo!
Bukankah appamu hanya datang satu bulan sekali? Dan besok dia sudah pergi
keluar kota bukan? Kau selalu mengeluh karena itu. Tapi kau malah menyiakannya”
emosiku meluap.
“Hye-ie
dengarkan ak..”
“Sudah, aku
kecewa padamu Changmin” aku membuang muka pada Changmin.
“Ya! Appaku
pulang besok lusa, jadi masih ada hari esok.” Changmin menjelaskan dengan
pelan. Jika aku dalam situasi seperti Changmin. Aku pasti akan marah-marah.
“Huh? Ji Hye??? Kau salah
informasi. Kau bikin malu saja pabo pabo pabo”
Aku memandang
Changmin cengengesan. Dan tersenyum lima jari.
“Maaf aku salah
paham. Ayo kita pergi.”ajakku.
“Tapi maaf saja
tidak cukup!” kata Changmin. Senyum jahil sudah terulas jelas di wajahnya.
“MWO? apa yang
kau inginkan??” tanyaku dengan nada ‘shock banget’.
“Selama kita
pergi sekolah dan pulang sekolah hari ini, kita harus bergandengan tanggan. Ah
selama di sekolah juga termasuk jam pelajaran. Kita kan sebangku.” Changmin
dengan riang mengucapkan permintaannya.
“...”
Aku
menyanggupinya, tapi entah kenapa aku mematung. Changmin yang tadinya riang
langsug tertunduk dan memasang muka sedih.
“Mianhe. Aku
lupa kalau kau punya Calon Tunangan. Mian.” Katanya lirih.
“Ayo berangkat!”
ajaknya.
Aku mengikuti
langkahnya. Baru 10 langkah sudah ku pegang tangannya.
“HUM????” ia
bergidik kaget.
“itu
Permintaanmu kan? Aku menyanggupinya, lagi pula Yoochun oppa hanya calon. Itu
bisa saja kubatalkan. Hanya saja aku...” aku terdian. Berat rasanya
melanjutkannya.
“Lalu? Hanya
saja kau?????” Changmin penasaran.
“Aku masih
memiliki rasa dengannya. Aku juga bingung. Aku tak menyukainya tetapi aku tak
rela putus hubungan dengannya. ” ucapku.
Changmin
merenggangkan pegangan tangan kami.
“Changmin..”
“Kita punya
jalan masing-masing kan? Aku tak mau kalian bertengkar hanya karena aku. Aku
akan mendapatkan pacar. Aku akan mencoba untuk mencintai seseorang.” Kata
Changmin dingin.
“Changmin... ”
Aku bahkan tak
sanggup mendengar kata-kata itu. Dia ingin mencari pacar. Aku tak tau perasaan
macam apa yang kumiliki. Aku pasti akan merasakan sakit jika kau memiliki
pacar. Aku takut kau tak akan mengerjakan pr deganku lagi. Memberiku boneka
disaat musim semi. Tak akan mengajakku ke taman lagi, dan mungkin semua itu
justru akan kau berikan pada pacarmu kelak.
o0o
dikelas kami tak
bergandengan tangan seperti rencana. Ia justru melirik seorang anak perempuan
benama Ga Yoon.
Itukah targetmu
Min? Aku senang kalau begitu. Kutau Ga Yoon anak yang manis dan pintar, penurut
dan penyayang.
“Ji Hye.” Hah?
Changmin? Kau tidak memanggilku dengan sebutan Hye-ie lagi? Dimana panggilan
sahabatmu itu??
“Ya Ji Hye! Kau
punya Nomer ponsel Ga Yoon?”
Aku mengangguk
dan memberikan nomer ponsel Ga Yoon.
Seharusnya ia
sangat senang. Yang ada dia malah sedih.
o0o
terdengar bunyi
lagu DB5K ‘wrong number’ dari ponselku.
Kulirik siapa
yang menelponku kali ini.
“Yoochun oppa” gumamku setelah mengetahui yang menelponku
adalah Yoochun oppa.
Aku segera
mengangkat telponnya.
“Yobseo
oppa.”
“Yobseo
Chagiya~”
“Wae
oppa?”
“Chagiya,
hari ini kau kesekolah ya?”
“Ne,
ada pelajaran tambahan.”
“Mwo?
padahal ini hari minggu.. seharusnya kau menelponku. Agar aku mengantarmu.”
“Aku
tak mau merepotkanmu oppa, setiap hari kau menjemputku, tak bosankah kau?”
“Mana
pernah aku bosan denganmu chagiya~”
“Jinja?”
“Ne
Chagiya. Oh ne, hari ini aku tak bisa ke
tropical land bersamamu.”
“Oppa, kau mau pergi kemana? Kerumah eonnie
Eun Ji?”
“tepat sekali. Ternyata pacarku cukup pintar.”
“Baiklah
oppa, terserah kau saja, kalau begitu aku mau main kerumah Minnie.”
Piip.
“huh, kau pikir aku tak
bisa begitu Yoochun oppa”
Aku
melangkangkan kakiku menuju rumah Changmin. Saat didepan pintu pagarnya segera
kutekan bel rumahnya.
Yang kulihat
appanya Changmin yang keluar.
“oh kau nak Ji
Hye, Changmin sakit demam. Jadi ia tak bisa main denganmu hari ini.”
Kata appanya
Changmin mengabarkan keadaan Changmin
“Jinja?”
Appanya Changmin
mengangguk.
“Ahjushi.
Bolehkah aku menjenguk Changmin?”
Appanya Changmin
mengangguk lagi. Dan ia mengajakku ke kamar Changmin. Baru saja tubuhku ingin
mencapai ambang pintu ...
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kata appa Changmin setengah berteriak.
Changmin
memandangku dengan muka masam
“Aku tak mau dia
disini appa.” Shut Changmin dingin.
=Changmin POV=
Terdengar suara
langkah kaki yang makin membesar. Mungkin ada seseorang yang akan masuk
kamarku.
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kudengar suara appa setengah berteriak.
Ah Ji Hye
datang. Aku senang sekali disaat seperti ini ia mau menjengukku. Setahuku ia
akan pergi bersama Yoochun hyung ke tropical land.
Tapi, aku malu
padanya. Kenapa di saat ia adda aku malah sakit. Aku tak ingin terlihat lemah
di matanya. Aku tak ingin terlihat lemah, tapi bangun dari kasur ini saja aku
tak sanggup. Aku tak ingin melihat Ji Hye menangisiku seperti saat-saat sakitku
biasanya. Itu sangat perih. Aku tak ingin melihatnya menangis jadi ....
“Aku tak mau dia
disini appa.”
Aku terpaksa
berucap begitu Ji Hye,. Aku tak ingin melihatku begini.
Kulihat mata Hye-ie berkaca-kaca. Pastim sebentar
lagi ia akan menangis.
Ia langsung
pergi keluar tanpa pamit dengan appaku. Appaku mengejarnya.
Dan sekarang
akulah yang meneteskan air mata. Ji Hye, aku tak bermaksud begitu. Aku harap
kau tak akan salah paham.
o0o
hari ini aku kesekolah diantar appaku.
Rasanya senang sekali. Sesampainya di sekolah aku mematung di depan pos satpam.
Kenapa? Kenapa? Kenapa jantungku merasa sakit
saat melihat Ji Hye di antar oleh
Yoochun hyung.
Biasanya Ji Hye
lagsung datang kearahku. Tetapi kali ini dia malah melewatiku.
Di kelaspun tak
ada komunikasi di antara kami.
“Hye-ie”
panggilku.
“Changmin,
bisakah kau tidak mrmanggil namaku begitu. Telingaku sakit mendengarnya.”
Bentak Hye-ie kasar padaku.
“Bukankah kau
menyukai itu?” tanyaku.
Ji Hye sangat
senang jika dipnggil begitu.
“Sekarang tidak
aku tak mau dipanggil begitu olehmu.”
“Ji Hye. Kau
kenapa?”
“Tidak apa. “
o0o
saat pulang sekolah aku terus mengikuti
langkah Ji hye. Aku sudah berjanji pada Yunho hyung agar terus menjaga Ji Hye.
“Ji Hye, aku
pusing.” Kataku memelas pada Ji Hye.
Ji Hhye terur
melangkahkan kakinya tanpa menghiraukanku. Aku juga terus mensejajarkan
langkahku.
“Ji Hye...”
panggilku pada Ji Hye.
Ji Hye tiba-tiba
membalikan badannya. Aku hampir tertabrak dengannya jika saja aku tidak
menghentikan langkahku. Ia memasang muka dingin. Dingin sekali, sangat sulit
aku menggambarkannya.
“Changmin”
Akhirnya ia
membuka suara. Kau tau dengan begitu saja aku senang.
“Jangan mencari
perhatianku saja.” Katanya den
“Ji Hye pabo!!! Kenapa kau
berpikir seperti itu???? Changmin pasti hidup. Ia masih Hidup........”
gumamku smbil memukul-mukl keplaku.
Terdengar bunyi
lagu Wrong number dari ponselku. Ah pasti Yoochun oppa yang menelponku. Dan
ternyata itu benar setelah aku melihat ponselku. Aku segera saja mengangkatnya.
“Yobseo..”
“Yobseo Chagiya~
Ungh.. kau dimana sekarang??”
“Aku...
hei untuk apa kau mencariku??”
“Kenapa? Tidak
boleh ya?”
“Tentu
ssaja tidak pabo! Ini kan jam sekolah.”
“Kau Yang pabo
Chagi....” suara Yoochun
oppa kudengar sangat dingin.
“Hei....
kau”
“Bukankah ini sudah jam 6 sore. Bukankah sekolahmu
sudah bubar pda jam 6:30 petang. Kau jangan bohong.”
PIIIP
Segera saja ku
cabut baterai ponselku. Aku tak mau bicara padanya sekarang tidak untuk
sekarang.
Next To Chap 2 ,
mian pendek and thank’s buat yang udah baca. Lain kali datang lagi ya di Chap 2
;) ;)
TITLE : BEFORE YOU
GO
CHAP : 1 of ?
CAST :
YUNJAEYOOSUMIN, JUNG JI HYE (*), AND OTHER
GENRE : LOVE, ??
(PG 15)
AUTHOR : MONTA
A.K.A .......
POV : gonta-ganti
Ini ff pertama
saya, yang dimana sayanya juga ikut masuk. Pemainnya hanya milik Tuhan dan
cerita ini karangan saya lebih tepatnya
khayalan saya.
Don’t like don’t
read
Hai! Perkenalkan
, namaku Jung Ji Hye. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara. Aku kelas 3 Junior High School Toho Seoul. Oh opa2ku
dua-duanya laki-laki lho, mereka itu tampan-tampan. Dia sangat sayang padaku
aku tak pernah diperlakukan kasar oleh mereka, melontarkan kata kasar saja dia
tidak pernah.
Nama oppaku yang
paling tua adalah Jung Yunho.
.
Dia adalah
oppaku yang jago taekwondo, jago banged malah. Dia kelas 2 Senior High School Dong Bang Seoul. Dengan
ilmu bela dirinya itulah dia melindungi aku oppaku Junsu, dan eommaku dari
marabahaya di saat appa tak ada di rumah.
Misinya
saat ini adalah “belajar untuk
menyelamatkan dunia (?)
Aneh memang
misinya, mengingat dia masih mencintai Ultraman dari TK A sampai sekarang.
Nah ini oppaku
yg kedua Jung Junsu namanya
Dia ini anak
yang paling pintar di dalam keluarga kami. Saking pintarnya, sering kulihat ia
membolos pada jam pelajaran Bahasa Inggris. Dia sekolah di tempat yang sama dengan
Yunho oppa namun bedanya dia itu kelas 1. Dia itu sangat polos. Dia tidak
pernah berbohong padaku apalagi tentang orang yang ia sukai. Dan aku senang
mendengarkan curhatnya yang sebenarnya termasuk dala kategori aibnya.
Eommaku seorang
ibu rumah tangga yang jago masak. Appaku seorang dokter.
Dan ada Park
Yoochun
Appa dan eommaku
yang masih terobsesi dengan jaman Siti Nurbaya
itu dengan gampangnya mejodohkanku dengan Yoochun. Ia kelas 1 SMU. SMU yg sama
denga oppa2ku. Ia sekelas dengan Junsu oppa. Aku menerima kehadirannya di
duniaku. Jadi sekarang aku berpacaran dengannya.
Dia ini namja,
tapi cantik banget. Malah lebih cantik dari yeojya. Dia sahabat Yunho oppa.
Tapi kurasa
Yunho oppa punya perasaan lebih dari itu. Bahkan, Yunho oppa yang dulunya suka
memperhatikan wanita menjadi menutup diri terhadap wanita. Kecuali JJ oppa. ini
Forbiden Love namanya. Tapi kalau Yunho oppa memang tulus padanya pasti dia
punya cara untuk itu. Eh BTW JJ oppa kelas 3 SMU. Lebih tua setahun ya.
Ia juga teman
sekelasku. Aku selalu curhat padanya. Padahal aku selalu menutup diri. Bahkan
dengan keluargaku. Kami bertema sejak taman kanak2 waktu itu usia kami 5 tahun.
Aku sangat suka senyumnya. Ia tak pernah membuatku menangis. Tapi, aku sangat
kasihan padanya, diblik senyum manis dengan deretan giginya yang lucu ia
memiliki penyakit jantung bawaan sejak kelas 4 SD. Disaat jam olahraga ia
selalu tidak ikut. Orang tuanya
melarangnya karena antungnya terlalu lemah untu itu. Padahal olahraga itu
pelajaran kesukaannya.
Hari ini seperti biasa aku mengerjakan pr
bersama Changmin. Dan waktu itu aku lupa bahwa Yoochun oppa akan datang ke
rumah untuk bermain.
Tok tok tok
Kudengar orang
yang mengetuk pintu rumahku. Eommaku berlarian kecil keluar untuk membukakan
pintu.
“Ah, Yoocun, ayo
masuk.”
Terdengar jelas
suara eommku yang mempersilahkan Yoochun oppa masuk. Sekarang aku menatap
Changmin.
“Hye-ie.. kau
bilang Yoochun hyung tak akan datang hari ini.” Protes Changmin.
“gawat!!! Yoochun oppa akan
marah jika aku bersama laki-laki lain.” Panikku .
“Hai Ji Hye...”
sapa Yoochun oppa padaku.
“Hai Yoochun
oppa.” Balasku.
“Ji Hye, sudah
kubilang jangan dekat-dekat laki-laki lain. Apalagi kalu berduaan di ruang
keluarga.” Protes Yoochun oppa.
“tuh kan..”
“ya sudah Hye-ie aku pulang dulu.” Pamit Changmin
langsung keluar kudengar suara pamit Changmin pada oppa2ku dan eommaku.
“Dan aku sangat
cemburu Ji Hye.” Lanjutnya lagi.
Eommaku datang.
Sepertinya ia tertarik dengan bentakan halus Yoochun oppa .
“Hei Yoochun ada
apa?” tanya eommaku yang selalu ingin tahu urusan anak-anaknya.
“Ini bibi, dia
di ruang keluarga berduaan dengan Changmin.” Ujar Yoochun oppa dengan nada kesal.
“Apa salahnya,
dia hanya mengerjakan pr seperti biasa dengan Changmin, itu tidak aneh
mengingat kau yang sering mengerjakan pr bersama Eun Ji berdua di kamar Eun Ji.
Tanya saja pada Ji Hye apa dia marah kau begitu?” Bela Junsu oppa padaku.
“Ia. Junsu oppa
benar aku tidak pernah marah kau mengerjakan pr berdua dengan Onnie Eun Ji, di
dalam kamar pula. Kupikir itu tidak aneh.” Bentaku pada Yoochun oppa.
Eomma menjauh
sepertinya ia tidak tahu harus bicara apa pada lingkarang perbincangan anak
muda di rumahnya ini.
“Ji Hye, jangan
marah padaku ya.” Yoochun oppa melunak. Kutatap Yoochun oppa sinis.
“Lalu mau apa
Yoochun oppa kemari. Bukankah Yoochun oppa hari ini sibuk mengerjakan pr lagi
bersama eonnie Eun Ji?” tanyaku dengan penuh penekanan. Bagaimanapun aku sangat
kesal dengannya sekarang. Sampai Changmin pulang kerumahnya karena dia.
“Ya aku
mengajakmu jalan-jalan ke Tropical Land. Kau mau?” ajak Yoochun oppa.
Sebenarnya aku mau ke Tropical Land. Tapi
kalau bersamanya aku tidak mau untuk hari Sabtu ini saja. Moodku kurang baik
sekarang.
“Bagaimana?”
tawarnya lagi.
“Yoochun oppa,
aku rasa aku tidak enak badan hari ini. Bagaimana kalau besok saja?” tawarku.
Kulihat anggukan
Yoochun oppa yang sepertinya kecewa. Aku jadi merasa bersalah.
“Baiklah Ji Hye,
besok ya!” kata Yoochun oppa sebelum keluar dari rumah. aku mengantarnya sampai
depan pintu gerbang. Hingga bayangan sepeda motornya menghilang, baru aku masuk
kerumah.
“Ji Hye pabo, pabo, pabo,
kenapa aku membuatnya kecewa”
Gumamku sambil
memukul-mukul kepalaku.
“Ji Hye
hentikan! Jangan memukul kepalamu, nanti kau pusing.” Tegur Junsu oppa halus.
Aku segera menghentikan aksiku.
“Kau kenapa?”
tanya Junsu oppa denggan pandangan menyelidik.
“hehehe Junsu
oppa. Aku ingin bertanya denganmu boleh tidak?” tanyaku sambil mendudukan
diriku di kursi ruang tamu. Junsu oppa juga ikut duduk di sebelahku.
“Bertanya apa Ji
Hye?” tanya Junsu oppa seperti tidak sabar menunggu.
“Yoochun oppa
itu ada hubungan khusus gak sama eonnie Eun Ji?” tanyaku.
Junsu oppa
memasang muka aneh saat mendengar pertanyaanku.
“Kurasa tidak.
Yang kutau mereka hanya berteman, lagipula.. kedua orang tua Yoochun tidak
menyukai Eun Ji, karena dia wanita Club Malam. Dia memang cantik. tapi dia itu
sexy banget. Tapi dia gak secantik kamu Eun Ji. Kamu itu Luar Biasa banget.”
Jelas Junsu oppa. Dan aku percaya pada Junsu oppa karena Junsu oppa tidak
pernah bohong.
“Tapi sebenarnya
aku cemburu oppa. aku pernah mengecek ponselnya Yoochun oppa. dan dugaanku
benar. Ia lebih sering meghubungi eonnie Eun Ji dibanding aku. Sebetulnya dia setuju gak sih dengan
perjodohan itu.” Kataku dengan bebasnya bercurhat dengan Junsu oppa yang sering
keceplosan itu. Aku terpaksa. Karena hanya dengan Junsu oppalah aku dapat
mengetahui keadaan Yoochun oppa.
“Iya saat orang
tua kita dan orang tuanya berkata akan menjodohkan kalian, dia sangat senang
luar biasa. Sampai-sampai dia pamer fotomu dikelas.”
“Itukan saat 2
tahun yang lalu.. yang sekarang oppa.” rengekku sambil menarik-narik baju Junsu
oopa.
“Umm aku belum
tau pasti. Tapi aku akan menyelidikinya untukmu Ji Hye.” Kata Junsu oppa lalu
mengacak rambutku.
“rambutmu
berminyak Ji Hye. Kau belum mandi ya?” goda Junsu oppa.
“Iya, iya, aku
akan mandi sekarang oppa...” kataku lalu beranjak ke kamar mandi.
o0o
“Bulgogi buatan eomma enak sekali.” Kata Yunho
oppa sambil menyantap hidangan yang eomma buat dengan Lahap.
“Aku sudah
selesai makan ” kataku lesu.
“Ji Hye? Kau
sakit? Kau kelihatan sangat lesu.” Selidik Yunho oppa padaku.
“Aniyo,
gwenchana!” tangkalku. Aku sebenarnya baik-baik saja. Tetapi akupun tak tau
kenapa nada suaraku terdengar lesu.
“Jangan bohong
Ji Hye, kami ini kakak-kakakmu.” Kata Junsu oppa.
“Bagaimana kalau
kau curhat dengan kami semua. Kau selalu menutup dirimu Ji Hye, itu tidak baik
untuk dirimu.” Kali ini eomma ikut-ikutan nimbrung.
“ini pertama kalinya aku
akan curhat dengan mereka. Atau tidak.”
“Tak ada yang
perlu ku bicarakan.” Itulah jawabku untuk pertanyaan dan pernyataan mereka.
“Ji Hye, oppa
sedih kau tertutup pada kami semua. ” timpal Yunho oppa.
“Yunho oppa juga tertutup
soal JJ oppa.”
“bukankah siang
tadi kau bertengkar dengan Yoocun, Ji Hye? Mungkinkah itu masalahnya?” selidik
eomma. Ah soal itu.
“Sepertinya
begitu.” Jawabku sekenanya.
“Aish, kau ini”
kesal Junsu oppa.
“Aku benci
Yoochun oppa.” kataku judes.
“Wae?” eommaku
membatalkan acara cuci piringnya dan kembali duduk untuk mendengrkan curhatku.
“Sepertinya dia
memenci Changmin.” Aku tak tahan jika
tak menceritakan ini semua.
“Hei wajar. Dia
itu cemburu. Masa kau tidak paham perasaannya.” Eommaku ternyata lebih berpihak pada Yoochun oppa.
kedua oppaku hanya ikut mendengarkan.
“Tak paham? Yang
tak paham itu aku? Atau Yoochun oppa? apa dia tak paham kalau Changmin itu
sahabatku. SAHABAT.” Kataku dengan penekanan di kata terakhirku..
Aku langsung
berdiri.
“Ji Hye? Kau mau
kemana? ”tanya Yunho oppa kaget.
“Aku ngantuk
oppa. ini sudah sangat larut. Bangunkan aku jika appa datang.” Lalu aku pergi
beranjak kekamar.
o0o
“Pagi Changmin, kita berangkat bareng Yok. ”
ajakku pada Changmin pagi ini.
“Pagi Hye-ie.
Umm kau tak berangkat dengan Yoochun hyung?” tanya Changmin.
“Anu, hari ini
dia tidak bisa mengantarku.” Kataku jujurr.
“Sebentar tunggu
disini!” perintah Changmin padaku.
“Kau mau kemana
Changmin???” tanyaku pada Changmin setengah berteriak.
“Aku mau bilang
pada appa dan eomma untuk tidak mengantarku pagi ini!” balas Changmin dengan
setengah berteriak juga.
“Tak usah Min,
lebih bak kau bersama mereka. Biar aku minta antar Yunho oppa.” kataku.
Changmin berlari
ke arahku.
“Jangan!”
katanya sambil memegang tanganku erat.
“Tapi.”
“Kau ini.
Kumohon jangan. Pergilah bersamaku Hye-ie”
Changmin lalu
mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
“Min berangkat
sama Hye-ie appa.”
“Mian appa lain
kali saja.
“Ne appa.”
PLAAAAAKK
Tanganku
mendarat di pipi Changmin dengan kerasnya. Changmin meringis kesakitan sambil
mengelus pipinya dan menatapku heran.
“Hye-ie, apa
yang kau lakukan?” tanyanya.
“Changmin pabo.
PABO!” bentakku.
“Hye-ie aku ak
mengerti apa maksudmu.” Kata Changmin yang mulai ketakutan.
“Changmin pabo!
Bukankah appamu hanya datang satu bulan sekali? Dan besok dia sudah pergi
keluar kota bukan? Kau selalu mengeluh karena itu. Tapi kau malah menyiakannya”
emosiku meluap.
“Hye-ie
dengarkan ak..”
“Sudah, aku
kecewa padamu Changmin” aku membuang muka pada Changmin.
“Ya! Appaku
pulang besok lusa, jadi masih ada hari esok.” Changmin menjelaskan dengan
pelan. Jika aku dalam situasi seperti Changmin. Aku pasti akan marah-marah.
“Huh? Ji Hye??? Kau salah
informasi. Kau bikin malu saja pabo pabo pabo”
Aku memandang
Changmin cengengesan. Dan tersenyum lima jari.
“Maaf aku salah
paham. Ayo kita pergi.”ajakku.
“Tapi maaf saja
tidak cukup!” kata Changmin. Senyum jahil sudah terulas jelas di wajahnya.
“MWO? apa yang
kau inginkan??” tanyaku dengan nada ‘shock banget’.
“Selama kita
pergi sekolah dan pulang sekolah hari ini, kita harus bergandengan tanggan. Ah
selama di sekolah juga termasuk jam pelajaran. Kita kan sebangku.” Changmin
dengan riang mengucapkan permintaannya.
“...”
Aku
menyanggupinya, tapi entah kenapa aku mematung. Changmin yang tadinya riang
langsug tertunduk dan memasang muka sedih.
“Mianhe. Aku
lupa kalau kau punya Calon Tunangan. Mian.” Katanya lirih.
“Ayo berangkat!”
ajaknya.
Aku mengikuti
langkahnya. Baru 10 langkah sudah ku pegang tangannya.
“HUM????” ia
bergidik kaget.
“itu
Permintaanmu kan? Aku menyanggupinya, lagi pula Yoochun oppa hanya calon. Itu
bisa saja kubatalkan. Hanya saja aku...” aku terdian. Berat rasanya
melanjutkannya.
“Lalu? Hanya
saja kau?????” Changmin penasaran.
“Aku masih
memiliki rasa dengannya. Aku juga bingung. Aku tak menyukainya tetapi aku tak
rela putus hubungan dengannya. ” ucapku.
Changmin
merenggangkan pegangan tangan kami.
“Changmin..”
“Kita punya
jalan masing-masing kan? Aku tak mau kalian bertengkar hanya karena aku. Aku
akan mendapatkan pacar. Aku akan mencoba untuk mencintai seseorang.” Kata
Changmin dingin.
“Changmin... ”
Aku bahkan tak
sanggup mendengar kata-kata itu. Dia ingin mencari pacar. Aku tak tau perasaan
macam apa yang kumiliki. Aku pasti akan merasakan sakit jika kau memiliki
pacar. Aku takut kau tak akan mengerjakan pr deganku lagi. Memberiku boneka
disaat musim semi. Tak akan mengajakku ke taman lagi, dan mungkin semua itu
justru akan kau berikan pada pacarmu kelak.
o0o
dikelas kami tak
bergandengan tangan seperti rencana. Ia justru melirik seorang anak perempuan
benama Ga Yoon.
Itukah targetmu
Min? Aku senang kalau begitu. Kutau Ga Yoon anak yang manis dan pintar, penurut
dan penyayang.
“Ji Hye.” Hah?
Changmin? Kau tidak memanggilku dengan sebutan Hye-ie lagi? Dimana panggilan
sahabatmu itu??
“Ya Ji Hye! Kau
punya Nomer ponsel Ga Yoon?”
Aku mengangguk
dan memberikan nomer ponsel Ga Yoon.
Seharusnya ia
sangat senang. Yang ada dia malah sedih.
o0o
terdengar bunyi
lagu DB5K ‘wrong number’ dari ponselku.
Kulirik siapa
yang menelponku kali ini.
“Yoochun oppa” gumamku setelah mengetahui yang menelponku
adalah Yoochun oppa.
Aku segera
mengangkat telponnya.
“Yobseo
oppa.”
“Yobseo
Chagiya~”
“Wae
oppa?”
“Chagiya,
hari ini kau kesekolah ya?”
“Ne,
ada pelajaran tambahan.”
“Mwo?
padahal ini hari minggu.. seharusnya kau menelponku. Agar aku mengantarmu.”
“Aku
tak mau merepotkanmu oppa, setiap hari kau menjemputku, tak bosankah kau?”
“Mana
pernah aku bosan denganmu chagiya~”
“Jinja?”
“Ne
Chagiya. Oh ne, hari ini aku tak bisa ke
tropical land bersamamu.”
“Oppa, kau mau pergi kemana? Kerumah eonnie
Eun Ji?”
“tepat sekali. Ternyata pacarku cukup pintar.”
“Baiklah
oppa, terserah kau saja, kalau begitu aku mau main kerumah Minnie.”
Piip.
“huh, kau pikir aku tak
bisa begitu Yoochun oppa”
Aku
melangkangkan kakiku menuju rumah Changmin. Saat didepan pintu pagarnya segera
kutekan bel rumahnya.
Yang kulihat
appanya Changmin yang keluar.
“oh kau nak Ji
Hye, Changmin sakit demam. Jadi ia tak bisa main denganmu hari ini.”
Kata appanya
Changmin mengabarkan keadaan Changmin
“Jinja?”
Appanya Changmin
mengangguk.
“Ahjushi.
Bolehkah aku menjenguk Changmin?”
Appanya Changmin
mengangguk lagi. Dan ia mengajakku ke kamar Changmin. Baru saja tubuhku ingin
mencapai ambang pintu ...
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kata appa Changmin setengah berteriak.
Changmin
memandangku dengan muka masam
“Aku tak mau dia
disini appa.” Shut Changmin dingin.
=Changmin POV=
Terdengar suara
langkah kaki yang makin membesar. Mungkin ada seseorang yang akan masuk
kamarku.
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kudengar suara appa setengah berteriak.
Ah Ji Hye
datang. Aku senang sekali disaat seperti ini ia mau menjengukku. Setahuku ia
akan pergi bersama Yoochun hyung ke tropical land.
Tapi, aku malu
padanya. Kenapa di saat ia adda aku malah sakit. Aku tak ingin terlihat lemah
di matanya. Aku tak ingin terlihat lemah, tapi bangun dari kasur ini saja aku
tak sanggup. Aku tak ingin melihat Ji Hye menangisiku seperti saat-saat sakitku
biasanya. Itu sangat perih. Aku tak ingin melihatnya menangis jadi ....
“Aku tak mau dia
disini appa.”
Aku terpaksa
berucap begitu Ji Hye,. Aku tak ingin melihatku begini.
Kulihat mata Hye-ie berkaca-kaca. Pastim sebentar
lagi ia akan menangis.
Ia langsung
pergi keluar tanpa pamit dengan appaku. Appaku mengejarnya.
Dan sekarang
akulah yang meneteskan air mata. Ji Hye, aku tak bermaksud begitu. Aku harap
kau tak akan salah paham.
o0o
hari ini aku kesekolah diantar appaku.
Rasanya senang sekali. Sesampainya di sekolah aku mematung di depan pos satpam.
Kenapa? Kenapa? Kenapa jantungku merasa sakit
saat melihat Ji Hye di antar oleh
Yoochun hyung.
Biasanya Ji Hye
lagsung datang kearahku. Tetapi kali ini dia malah melewatiku.
Di kelaspun tak
ada komunikasi di antara kami.
“Hye-ie”
panggilku.
“Changmin,
bisakah kau tidak mrmanggil namaku begitu. Telingaku sakit mendengarnya.”
Bentak Hye-ie kasar padaku.
“Bukankah kau
menyukai itu?” tanyaku.
Ji Hye sangat
senang jika dipnggil begitu.
“Sekarang tidak
aku tak mau dipanggil begitu olehmu.”
“Ji Hye. Kau
kenapa?”
“Tidak apa. “
o0o
saat pulang sekolah aku terus mengikuti
langkah Ji hye. Aku sudah berjanji pada Yunho hyung agar terus menjaga Ji Hye.
“Ji Hye, aku
pusing.” Kataku memelas pada Ji Hye.
Ji Hhye terur
melangkahkan kakinya tanpa menghiraukanku. Aku juga terus mensejajarkan
langkahku.
“Ji Hye...”
panggilku pada Ji Hye.
Ji Hye tiba-tiba
membalikan badannya. Aku hampir tertabrak dengannya jika saja aku tidak
menghentikan langkahku. Ia memasang muka dingin. Dingin sekali, sangat sulit
aku menggambarkannya.
“Changmin”
Akhirnya ia
membuka suara. Kau tau dengan begitu saja aku senang.
“Jangan mencari
perhatianku saja.” Katanya den
“Ji Hye pabo!!! Kenapa kau
berpikir seperti itu???? Changmin pasti hidup. Ia masih Hidup........”
gumamku smbil memukul-mukl keplaku.
Terdengar bunyi
lagu Wrong number dari ponselku. Ah pasti Yoochun oppa yang menelponku. Dan
ternyata itu benar setelah aku melihat ponselku. Aku segera saja mengangkatnya.
“Yobseo..”
“Yobseo Chagiya~
Ungh.. kau dimana sekarang??”
“Aku...
hei untuk apa kau mencariku??”
“Kenapa? Tidak
boleh ya?”
“Tentu
ssaja tidak pabo! Ini kan jam sekolah.”
“Kau Yang pabo
Chagi....” suara Yoochun
oppa kudengar sangat dingin.
“Hei....
kau”
“Bukankah ini sudah jam 6 sore. Bukankah sekolahmu
sudah bubar pda jam 6:30 petang. Kau jangan bohong.”
PIIIP
Segera saja ku
cabut baterai ponselku. Aku tak mau bicara padanya sekarang tidak untuk
sekarang.
Next To Chap 2 ,
mian pendek and thank’s buat yang udah baca. Lain kali datang lagi ya di Chap 2
;) ;)
Langganan:
Komentar (Atom)