TITLE :
LOVE IN THE ICE (SPRING) part 1 b
GENRE :
PG 15, (tenang.. gak ada NC kok,*saya bukan pengarang NC*)
CAST :
DB5K
WARNING
: INI SANGAT GAJE, ANEH, DAN KELEWAT AMAZING
AUTHOR
: MONTA.
YAOI
Ini
hanya fiksi. Ini murnu karangan saya. Jadi, saya harap tidak ada acara copas.
Tidak ada yang boleh copas pokoknya.
saya
juga menerima coment berupa apapun,saya masih pemula. Jadi saran-saran kalian
pasti akan saya tampung, kalau bisa jangan si bash. jadi ingat ini ff “YAOI”.
Jadi bagi para pembenci YAOI tidak disarankan untuk membaca.
Thank’s
a lot for all readers... (Big Hug :*)
............
=Yoochun
POV=
“ne
Yoochun-shi, kau boleh duduk di sebelah Jaejong-shi yang paling pojok kanan
belakang.” Yes aku mendapatkannya.untung aku sudah menyuruh orang lain agar
teman sebangkunya meyingkir dari situ.
Dengan
langkah yang ringan kulangkahkan kakiku menuju bangkunya.
Ia tak
memandangku. Hahahaa lucu sekali. Jika dia tahu siapa aku ada dua kemungkinan.
Satu, ia
menyukaiku dan yang kedua dia membenciku. Tapi aku lebih suka kemungkinan
yang ke satu.
“Apakah
kau sudah mengatur semua ini?” tanyanya tiba-tiba saat aku telah duduk di
bangku sebelahnya.
“Huh?”
aku pikir dia mengetahui rencana suciku ini.
“Kenapa
Ji Hye kau usir? Apa maumu.” Bentaknya.
“...”
“Siapa
kau? beraninya mengaturnya?”
“...”
dia menjengkelkan sekali.
“JAWAAAAAAAAAAAAAAAABBBBBBBBBB”
teriaknya.
“Jaejong
shi. DIAM!!! Kau sungguh tidak sopan.”
Songsaengnim menegurnya.
Aku
bingung kenapa dia marah dipisahkan dengan teman sebangkunya. Dengan santainya
aku duduk disampingnya.
“Siapa
itu Ji Hye?” tanyaku pelan, dan kuharap dia menjawabnya baik-baik.
“Kau
ingin tahu siapa dia? ” tanyanya pelan.
“Ya”
jawabku sekenanya.
“Dia
adalah pacarku.” Ujarnya dengan penekanan di setiap kata.
MWO?
Dia sudah punya pacar? Oh apakah aku terlambat satu langkah?
“yang
mana orangnya?” tanyaku ingin mengetahui rupa pacarnya.
“Yang
terus menanyaimu saat kau memperkenlkan diri.” Katanya.
Oh, aku tau yang amana orangnya.
“”Lumayan”
gumamku.
=Ji Hye
POV=
Jae, aku tak mau kita pisah bangku. Tapi
orang itu malah mengusirku. Aku tahu dia itu tunangan jae oppa. Kulihat Jae
bicara dengannya.
Kulangkahkan
kakiku menuju bangku Jaejoong oppa. Dan yang pertama kulihat senyum dari
Jaejoong oppa. Dan muka datar orang itu.
“Oppa.
Bisa kita bicara sebentar?” tanyaku.
“Tapi
ada songsaengnim. Bagaimana?” oppa, kau
membuatku kesal.
“Lewat
ponsel kan bisa. Kau jangan mencari alasan oppa! Aku jadi kesal
denganmu.”marahku pada oppa. Maaf oppa.
“Oh
Ne.. kembalilah ke kursimu Chagiya. Aku akan menghubungimu,” katanya dengan
senyumnya yang tak pernah lepas itu.
=Jaejoong
POV=
Kulihat Ji Hye telah sampai di bangkunya.
Kuambil ponselku dan mendial nomernya. Dia mulai mengangkatnya.
“Chagiya....
” kudengar suaranya mulai parau.
“Gwecha..”
“ne,
gwenchana”
“Gwenchana?
Bagaimana bisa? Suaramu jelas terdengar parau
chagiya.” Kataku khawatir.
“oppa,
sungguh. Suraraku memang parau hari ini, ini kan sudah jadwalnya. Hahahahaha.”
DEG.
Sakit,
perih rasanya mendengar suara tawanya. Ini tidak lucu. Tertawa disaat hainya
luka.
Aku
mulai memiliki firasat buruk dengan hubungan kami.
“
Chagiya, apa yang ingin kau bicarakan?”
“oppa,
k-kita akhiri saja hubungan ini ne. ” kini aku mendengar tangisannya.
“Kenapa?
Kau kenapa?” aku mulai panik.
“oppa,
jangan pikirkan hal ini, kumohon. Dan kuharap kita masih berteman oppa.”
“...”
“oppa?”
Klik..
Ah,
sudahlah. Jika ini memang jalan tuhan.
=Yoochun
POV=
Saat
jam istirahat Jae terus menangis. Aku terlihat jahat memang. Tapi ini kan Ji
Hye yang memintanya, bukan perintahku. Tapi disisi lain aku senang mmereka
putus. Itu membuka peluang besar bagiku ntuk mengisi hatinya lagi.
“Jaejong-ah,
kumohon berhentilah menangis. Hei , ini hanya cinta monyet.”
Tangisannya
makin menjadi.
Oh
GOD......
=Jaejoong POV=
Sial
sekali aku hari ini. Kehilanggan Ji Hye, dan sebangku dengan orang yang
menyebalkan itu.
Se
anaknya disampainya dirumah.
“apa
yang terjadi?” gumamku saat aku menyadari ada yang berbeda di rumah ini.
Rumah
disulap dan dihias- hias seperti acara
pernikahan. Aku masuk dengan cueknya. Siapa eduli dengan panggilan eommaku.
Huh, apa ia tidak paham bahwa anak sulungnya ini mengalami patah hati.
Kumasuki kamarku. Kuganti pakainku dan.....
“Selamat
datang Jae” suara itu?
Ku
tolehkan kepalaku ke belakang. Orang itu,
“hei
makhluk luar angkasa! Sejak kan kau disini?” tanyaku blak-blakan.
“sejak
kau memasuki rumah ini. Belum lama kok.” Jawabnya santai.
“M-MWO???????????
Berarti kau melihatku berganti pakaian?” tanyaku shock.
Ia
mengangguk dengan muka yang polos.
“Pergi
kau!!!!!!!!!!” usirku.
“ ingat
namaku, Park Yoochun. Chagiya~” katanya sebelum keluar kamarku.
“PERGIIIIII
KAU BENAR-BENAR MENJIJIKAN”...
Malam harinya orang-rang dirumahku
berkumpul termasuk Yoochun dan orangtuanya .
“Jae...
kau harus tau kebenarannya sekarang.” Kata eommaku.
Tau
kebenaran apa? Apa apa apa apa eomma?????
“Jadi
begini Jae, apa tau kau tak suka ini tapi helmeonimu sudah memutuskan bahwa kau
akan menikah dengan anak keluarga Park.” Kata appaku dengan suaranya yang
berwibawa. Lelaki manapun pasti menginginkan suara bassnya *author ngaco*.
“so.”
Kataku.
“Kau
akan.... *author tarik napas dulu* kami tunangkan dengan Yoochun.” Lanjut appa
lagi.
“Kau
jangan menolaknya Jae, atau namamu tak akan masuk daftar ahli waris keluarga
Kim.”eomma langsung menyambung perkataan apa tanpa memberiu kesempatan untuk
membuka mulut terlebih dahulu.
“Ya!! Eomma
pikir ni jaman Siti Nurhaliza. Main jodoh-jodohan? Jangan anggap aku boneka
barbie yang di jodohkan begitu saja.” Protesku.
“Jae,
Yoochun bahkan sudah sangat setuju. Appa sudah menyuruh Ji Hye untuk
memutusimu. Jangan sia-siakan perjuangan appa Jae.”
Akh,
aku tahu siapa itu Yoochun. Pengacau hidupku. Perusak hibunganku dengan Ji Hye.
Aku akan kabur dari rumah ini. Aku ingin bebas. Aku
tak ingin menikah dengan makhluk luar angkasa itu. TIDAK
AKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
TBC, next to part 2. waiting me. TFC TFL TFR
haha
BalasHapus