Jumat, 19 Oktober 2012

Love In The Ice (spring) Part 1 (a)

 TITLE : LOVE IN THE (spring)

                                 CAST : DB5K
                                 GENRE : TENTUKAN SENDIRI
                                 AUTHOR: MONTA
INI FF pertama yang saya post. jadi mohon kritik dan sarannya. ini gaje dan sangat sangat gaje. NC kayaknya gak ada ya, soalnya author masih di bawah umur. dan DIHARAP GAK ADA YANG NGOPAS ISINYA (JUDUL BOLEH). YANG GAK SUKA GAK PAPA. GAK USAH BACA AJA YA?


Part I Who is Yoochun?

     =Jaejoong POV=
     “Siapa itu Yoochun?” tanyaku pada kedua orangtuaku yang selalu menyebutkan kata ‘Yoochun’. Jujur saja, awalnya aku tak ingin bertanya soal itu jika saja namaku juga tidak ikut dibawa.
Ughhh.....
Pertanyaanku tidak dijawab. Tepatnya aku tidak dihiraukan. Seberapa pentingnya sih Yoochun bagi mereka? Siapa dia sebenarnya.
“Hyung?” panggil adikku Junsu yang sepertinya terlihat ketakutan.  Kesalku langsung hilang seketika.
“Hmm?” tanggapku.
“Tidak ada apa-apa.” Katanya lagi.
     Kutoleh lagi adikku yang sepertinya sibuk bermain PSP. Aku tau besok dia ulangan mateatika. Seharusnya aku menegurnya ya, tetapi tak mungkin aku memaksanya untuk belajar kalau dia tidak mod. Tapi satu yang kuinginkan dari dia detik ini, yaitu...
“Junsu-ah” panggilku  pada saengku satu-satunya.
“Ne, Hyung? Wae?” tanyanya spontan.
“Kau tau siapa itu Yoochun?” tanyaku 2 the point.
Kulihat Junsu agak ragu untuk menjawab, sesebentar ia menoleh ke samping kiri dimana disitu appa sedang duduk.
“Aku tidak tau, jangan tanya aku hyung!” tiba-tiba dia menjadi judes begitu. Pengaruh apa???

=Junsu POV=
     “Siapa itu Yoochun?” kudengar suara Hyungku tiba-tiba saja. Padahal tadi ia diam saja. Tetapi umma dan appa tidak menghiraukannya. Kulihat rau mukanya kesal sekali itu adalah salah satu yang menyeramkan di dunia ini. Ku beranikan diri untuk mengeluarkan suara.
“Hyung?” panggilku pada hyungku untuk memastikan dia sedang tidak murka. Ia menolehku dengan raut muka berbeda. sangat jauh lebih normal dari yang tadi.
“Hmm?” tanggapnya . Oke aku mulai berpikir sepertinya dia benar-benar murka.
“Tidak ada apa-apa” jawabku dengan maksud membebaskan diri.
   Aku mulai sibuk dengan PSP kesayanganku itu. Dan aku merasakan bahwa dia menolehku. Sepertinya ada yang dia inginkan dariku. Satu yang kuharap. Dia tidak naksir sama aku.
“Junsu-ah” panggil hyungku .
“Ne, Hyung? Wae?”  tanyaku spontan, mataku masih menoleh pada  buku yang kubaca.
“Kau tau siapa itu Yoochun?” tanyanya
Aishh.. umma dan appa sudah membelikanku ponsel baru untuk tutup mulut soal Yoochun Hyung yang akan menjadi tunangan Jaejoong Hyung.
Kulihat appa dan eomma sedikit kaget. Ya aku tau dari raut muka mereka.
“Aku tidak tau, jangan tanya aku hyung!” terdengar judes memang. Tapi aku tak mau cari masalah dengan appa dan eomma. Dan sekarang dia mulai diam.
=Jaejoong POV=
       Kulangkahkan kakiku menuju sekolah. Hari ini aku sengaja Tak minta diantar dengan mobil, aku ingin menghirup udara pagi. Bukan menghirup udara yang terperangkap dalam mobil. Oh ya! Junsu!!! Anak itu, sepert biasa naik mobil. Appa dan eomma tidak mengzinkan dia untuk berjalan kaki. Maklum anak kesayangan. Bukan berarti aku iri pada Junsu.
      Junsu, anak itu memang sering sakit-sakitan. Daya tahan tubuhnya sangat lemah. Yang kutahu sekarang ia di vonis dokter memiliki penyakit leukimia.
     Kini aku beraddi ambang kelas.  Sepertinya ini masih sangat pagi setelah melihat ruangan kelas yang kosong. Segera saja ku sambar bangku dudukku. Kukeluarkan ponselku untuk mengirim pesan pada Ji Hye pacarku. Kam baru jadian 1 minggu yang lalu.
Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk brukbrukbruk Brukbruk brukbrukbruk
Terdengar banyak langkah kaki yang sepertinya akan menuju kesini.
Heii??? mereka semua datang kekelas berbarengan. Ji Hye? Seharusnya ia duduk di sampingku, kenapa ia duduk dengan Yun Seung?? Mukanya terlihat sedih.
“Hei ada apa ini.” Teriakku tiba-tiba spontan membuat perhatian mereka tertuju padaku.
Aku tidak akan berteriak jika saja muka Ji Hye tidak semasam itu. Bahkan sekarang kulihat ia mulai menangis.
Semuanya diam tak ada yang meresponku sedikitpun.
“HEI KALIAN DENGAR TIDAK?” bentakku semakin keras hingga kulihat tangisan Ji Hye semakin menjadi.
“Kami tidak tahu.” Jawab salahsatu teman sekelasku Yuri dengan suaranya yang gemetaran.
“Sudah Jae,” kudengar suara parau Ji Hye menegurku.
Aku mulai tenang. berterimakasihlah pada Ji Hye semuannya.
   TING TONG TONG
    bel berbunyi saatnya kami duduk dengan manisnmenanti guru yang akan mengajar pagi ini.
kulihat Soo Ji songsaengnim dengan seorang siswa. dilihat sepertinya dia murid baru, mengingat aku tak pernah melihatnya.
dia tampan...
dan sekarang...
aku mulai takut....
aku takut.......
jika.............
Ji Hye menyukainya.

"selamat pagi semuanya! sepertinya kita kedatangan murid baru. silahkan perkenalkan dirimu." kata Soo Ji songsaengnim mempersilahkan siswa itu.
    pertama orang itu senyum.
dan....
=Yoochun POV=
Aku bersama songsaengnim baruku masuk ke ruang kelas Jae. Dan aku melihat wajah cantiknya yang seperti tidak menyukai kehadiranku. padahal kami tak pernah bertemu sebelumnya. tapi tidak apa.. aku justru senang melihat dia marah. lebih aegyoo....
  "selamat pagi semuanya! sepertinya kita kedatangan murid baru. silahkan perkenalkan dirimu." kata Songsaengnim baruku mempersilahkanku.
pertama aku senyum, dan berharap dia mau melihat senyumku yang pasti akan membuat para wanita ber kyaaa kyaaa ria.
"Selamat pagi semuanya! perkenalkan aku Park Yoochun. Aku pindahan dari Hogward(?) di inggris. aku pindah kesini karena beberapa alasan yang mungkin tak akan ku sebutkan sekarang. aku lahir di Seoul. wanita idamanku.."
"Huh?? tipe wanita idaman?" tiba-tiba seorang siswi bertanya padaku. dan sekarang kulihat wajah Jae seperti sangaaaaaaaaaat marah padaku.
"Iya tipe wanita idamanku." jawabku santai.
tiba-tiba saja Jae berdiri dari bangkunya dan menatap geram padaku.
"Tak perlu kau sebutkan itu." marahnya sambil menunjukku.
"Humm, tipeku itu Ramping, Putih seperti susu, bibir Chery, cantik, rambut lurus, pintar masak, lalu......"
"Hei itu seperti Jae Oppa." spontan siswi yang tadi.
aku senang karena ada yang mengerti maksudku.

TBC 

n
mian pendek. lanjutannya nanti. TFC, TFL, TFR,
:* :* :*
  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar