TITLE : BEFORE YOU
GO
CHAP : 1 of ?
CAST :
YUNJAEYOOSUMIN, JUNG JI HYE (*), AND OTHER
GENRE : LOVE, ??
(PG 15)
AUTHOR : MONTA
A.K.A .......
POV : gonta-ganti
Ini ff pertama
saya, yang dimana sayanya juga ikut masuk. Pemainnya hanya milik Tuhan dan
cerita ini karangan saya lebih tepatnya
khayalan saya.
Don’t like don’t
read
Hai! Perkenalkan
, namaku Jung Ji Hye. Aku anak bungsu dari 3 bersaudara. Aku kelas 3 Junior High School Toho Seoul. Oh opa2ku
dua-duanya laki-laki lho, mereka itu tampan-tampan. Dia sangat sayang padaku
aku tak pernah diperlakukan kasar oleh mereka, melontarkan kata kasar saja dia
tidak pernah.
Nama oppaku yang
paling tua adalah Jung Yunho.
.
Dia adalah
oppaku yang jago taekwondo, jago banged malah. Dia kelas 2 Senior High School Dong Bang Seoul. Dengan
ilmu bela dirinya itulah dia melindungi aku oppaku Junsu, dan eommaku dari
marabahaya di saat appa tak ada di rumah.
Misinya
saat ini adalah “belajar untuk
menyelamatkan dunia (?)
Aneh memang
misinya, mengingat dia masih mencintai Ultraman dari TK A sampai sekarang.
Nah ini oppaku
yg kedua Jung Junsu namanya
Dia ini anak
yang paling pintar di dalam keluarga kami. Saking pintarnya, sering kulihat ia
membolos pada jam pelajaran Bahasa Inggris. Dia sekolah di tempat yang sama dengan
Yunho oppa namun bedanya dia itu kelas 1. Dia itu sangat polos. Dia tidak
pernah berbohong padaku apalagi tentang orang yang ia sukai. Dan aku senang
mendengarkan curhatnya yang sebenarnya termasuk dala kategori aibnya.
Eommaku seorang
ibu rumah tangga yang jago masak. Appaku seorang dokter.
Dan ada Park
Yoochun
Appa dan eommaku
yang masih terobsesi dengan jaman Siti Nurbaya
itu dengan gampangnya mejodohkanku dengan Yoochun. Ia kelas 1 SMU. SMU yg sama
denga oppa2ku. Ia sekelas dengan Junsu oppa. Aku menerima kehadirannya di
duniaku. Jadi sekarang aku berpacaran dengannya.
Dia ini namja,
tapi cantik banget. Malah lebih cantik dari yeojya. Dia sahabat Yunho oppa.
Tapi kurasa
Yunho oppa punya perasaan lebih dari itu. Bahkan, Yunho oppa yang dulunya suka
memperhatikan wanita menjadi menutup diri terhadap wanita. Kecuali JJ oppa. ini
Forbiden Love namanya. Tapi kalau Yunho oppa memang tulus padanya pasti dia
punya cara untuk itu. Eh BTW JJ oppa kelas 3 SMU. Lebih tua setahun ya.
Ia juga teman
sekelasku. Aku selalu curhat padanya. Padahal aku selalu menutup diri. Bahkan
dengan keluargaku. Kami bertema sejak taman kanak2 waktu itu usia kami 5 tahun.
Aku sangat suka senyumnya. Ia tak pernah membuatku menangis. Tapi, aku sangat
kasihan padanya, diblik senyum manis dengan deretan giginya yang lucu ia
memiliki penyakit jantung bawaan sejak kelas 4 SD. Disaat jam olahraga ia
selalu tidak ikut. Orang tuanya
melarangnya karena antungnya terlalu lemah untu itu. Padahal olahraga itu
pelajaran kesukaannya.
Hari ini seperti biasa aku mengerjakan pr
bersama Changmin. Dan waktu itu aku lupa bahwa Yoochun oppa akan datang ke
rumah untuk bermain.
Tok tok tok
Kudengar orang
yang mengetuk pintu rumahku. Eommaku berlarian kecil keluar untuk membukakan
pintu.
“Ah, Yoocun, ayo
masuk.”
Terdengar jelas
suara eommku yang mempersilahkan Yoochun oppa masuk. Sekarang aku menatap
Changmin.
“Hye-ie.. kau
bilang Yoochun hyung tak akan datang hari ini.” Protes Changmin.
“gawat!!! Yoochun oppa akan
marah jika aku bersama laki-laki lain.” Panikku .
“Hai Ji Hye...”
sapa Yoochun oppa padaku.
“Hai Yoochun
oppa.” Balasku.
“Ji Hye, sudah
kubilang jangan dekat-dekat laki-laki lain. Apalagi kalu berduaan di ruang
keluarga.” Protes Yoochun oppa.
“tuh kan..”
“ya sudah Hye-ie aku pulang dulu.” Pamit Changmin
langsung keluar kudengar suara pamit Changmin pada oppa2ku dan eommaku.
“Dan aku sangat
cemburu Ji Hye.” Lanjutnya lagi.
Eommaku datang.
Sepertinya ia tertarik dengan bentakan halus Yoochun oppa .
“Hei Yoochun ada
apa?” tanya eommaku yang selalu ingin tahu urusan anak-anaknya.
“Ini bibi, dia
di ruang keluarga berduaan dengan Changmin.” Ujar Yoochun oppa dengan nada kesal.
“Apa salahnya,
dia hanya mengerjakan pr seperti biasa dengan Changmin, itu tidak aneh
mengingat kau yang sering mengerjakan pr bersama Eun Ji berdua di kamar Eun Ji.
Tanya saja pada Ji Hye apa dia marah kau begitu?” Bela Junsu oppa padaku.
“Ia. Junsu oppa
benar aku tidak pernah marah kau mengerjakan pr berdua dengan Onnie Eun Ji, di
dalam kamar pula. Kupikir itu tidak aneh.” Bentaku pada Yoochun oppa.
Eomma menjauh
sepertinya ia tidak tahu harus bicara apa pada lingkarang perbincangan anak
muda di rumahnya ini.
“Ji Hye, jangan
marah padaku ya.” Yoochun oppa melunak. Kutatap Yoochun oppa sinis.
“Lalu mau apa
Yoochun oppa kemari. Bukankah Yoochun oppa hari ini sibuk mengerjakan pr lagi
bersama eonnie Eun Ji?” tanyaku dengan penuh penekanan. Bagaimanapun aku sangat
kesal dengannya sekarang. Sampai Changmin pulang kerumahnya karena dia.
“Ya aku
mengajakmu jalan-jalan ke Tropical Land. Kau mau?” ajak Yoochun oppa.
Sebenarnya aku mau ke Tropical Land. Tapi
kalau bersamanya aku tidak mau untuk hari Sabtu ini saja. Moodku kurang baik
sekarang.
“Bagaimana?”
tawarnya lagi.
“Yoochun oppa,
aku rasa aku tidak enak badan hari ini. Bagaimana kalau besok saja?” tawarku.
Kulihat anggukan
Yoochun oppa yang sepertinya kecewa. Aku jadi merasa bersalah.
“Baiklah Ji Hye,
besok ya!” kata Yoochun oppa sebelum keluar dari rumah. aku mengantarnya sampai
depan pintu gerbang. Hingga bayangan sepeda motornya menghilang, baru aku masuk
kerumah.
“Ji Hye pabo, pabo, pabo,
kenapa aku membuatnya kecewa”
Gumamku sambil
memukul-mukul kepalaku.
“Ji Hye
hentikan! Jangan memukul kepalamu, nanti kau pusing.” Tegur Junsu oppa halus.
Aku segera menghentikan aksiku.
“Kau kenapa?”
tanya Junsu oppa denggan pandangan menyelidik.
“hehehe Junsu
oppa. Aku ingin bertanya denganmu boleh tidak?” tanyaku sambil mendudukan
diriku di kursi ruang tamu. Junsu oppa juga ikut duduk di sebelahku.
“Bertanya apa Ji
Hye?” tanya Junsu oppa seperti tidak sabar menunggu.
“Yoochun oppa
itu ada hubungan khusus gak sama eonnie Eun Ji?” tanyaku.
Junsu oppa
memasang muka aneh saat mendengar pertanyaanku.
“Kurasa tidak.
Yang kutau mereka hanya berteman, lagipula.. kedua orang tua Yoochun tidak
menyukai Eun Ji, karena dia wanita Club Malam. Dia memang cantik. tapi dia itu
sexy banget. Tapi dia gak secantik kamu Eun Ji. Kamu itu Luar Biasa banget.”
Jelas Junsu oppa. Dan aku percaya pada Junsu oppa karena Junsu oppa tidak
pernah bohong.
“Tapi sebenarnya
aku cemburu oppa. aku pernah mengecek ponselnya Yoochun oppa. dan dugaanku
benar. Ia lebih sering meghubungi eonnie Eun Ji dibanding aku. Sebetulnya dia setuju gak sih dengan
perjodohan itu.” Kataku dengan bebasnya bercurhat dengan Junsu oppa yang sering
keceplosan itu. Aku terpaksa. Karena hanya dengan Junsu oppalah aku dapat
mengetahui keadaan Yoochun oppa.
“Iya saat orang
tua kita dan orang tuanya berkata akan menjodohkan kalian, dia sangat senang
luar biasa. Sampai-sampai dia pamer fotomu dikelas.”
“Itukan saat 2
tahun yang lalu.. yang sekarang oppa.” rengekku sambil menarik-narik baju Junsu
oopa.
“Umm aku belum
tau pasti. Tapi aku akan menyelidikinya untukmu Ji Hye.” Kata Junsu oppa lalu
mengacak rambutku.
“rambutmu
berminyak Ji Hye. Kau belum mandi ya?” goda Junsu oppa.
“Iya, iya, aku
akan mandi sekarang oppa...” kataku lalu beranjak ke kamar mandi.
o0o
“Bulgogi buatan eomma enak sekali.” Kata Yunho
oppa sambil menyantap hidangan yang eomma buat dengan Lahap.
“Aku sudah
selesai makan ” kataku lesu.
“Ji Hye? Kau
sakit? Kau kelihatan sangat lesu.” Selidik Yunho oppa padaku.
“Aniyo,
gwenchana!” tangkalku. Aku sebenarnya baik-baik saja. Tetapi akupun tak tau
kenapa nada suaraku terdengar lesu.
“Jangan bohong
Ji Hye, kami ini kakak-kakakmu.” Kata Junsu oppa.
“Bagaimana kalau
kau curhat dengan kami semua. Kau selalu menutup dirimu Ji Hye, itu tidak baik
untuk dirimu.” Kali ini eomma ikut-ikutan nimbrung.
“ini pertama kalinya aku
akan curhat dengan mereka. Atau tidak.”
“Tak ada yang
perlu ku bicarakan.” Itulah jawabku untuk pertanyaan dan pernyataan mereka.
“Ji Hye, oppa
sedih kau tertutup pada kami semua. ” timpal Yunho oppa.
“Yunho oppa juga tertutup
soal JJ oppa.”
“bukankah siang
tadi kau bertengkar dengan Yoocun, Ji Hye? Mungkinkah itu masalahnya?” selidik
eomma. Ah soal itu.
“Sepertinya
begitu.” Jawabku sekenanya.
“Aish, kau ini”
kesal Junsu oppa.
“Aku benci
Yoochun oppa.” kataku judes.
“Wae?” eommaku
membatalkan acara cuci piringnya dan kembali duduk untuk mendengrkan curhatku.
“Sepertinya dia
memenci Changmin.” Aku tak tahan jika
tak menceritakan ini semua.
“Hei wajar. Dia
itu cemburu. Masa kau tidak paham perasaannya.” Eommaku ternyata lebih berpihak pada Yoochun oppa.
kedua oppaku hanya ikut mendengarkan.
“Tak paham? Yang
tak paham itu aku? Atau Yoochun oppa? apa dia tak paham kalau Changmin itu
sahabatku. SAHABAT.” Kataku dengan penekanan di kata terakhirku..
Aku langsung
berdiri.
“Ji Hye? Kau mau
kemana? ”tanya Yunho oppa kaget.
“Aku ngantuk
oppa. ini sudah sangat larut. Bangunkan aku jika appa datang.” Lalu aku pergi
beranjak kekamar.
o0o
“Pagi Changmin, kita berangkat bareng Yok. ”
ajakku pada Changmin pagi ini.
“Pagi Hye-ie.
Umm kau tak berangkat dengan Yoochun hyung?” tanya Changmin.
“Anu, hari ini
dia tidak bisa mengantarku.” Kataku jujurr.
“Sebentar tunggu
disini!” perintah Changmin padaku.
“Kau mau kemana
Changmin???” tanyaku pada Changmin setengah berteriak.
“Aku mau bilang
pada appa dan eomma untuk tidak mengantarku pagi ini!” balas Changmin dengan
setengah berteriak juga.
“Tak usah Min,
lebih bak kau bersama mereka. Biar aku minta antar Yunho oppa.” kataku.
Changmin berlari
ke arahku.
“Jangan!”
katanya sambil memegang tanganku erat.
“Tapi.”
“Kau ini.
Kumohon jangan. Pergilah bersamaku Hye-ie”
Changmin lalu
mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
“Min berangkat
sama Hye-ie appa.”
“Mian appa lain
kali saja.
“Ne appa.”
PLAAAAAKK
Tanganku
mendarat di pipi Changmin dengan kerasnya. Changmin meringis kesakitan sambil
mengelus pipinya dan menatapku heran.
“Hye-ie, apa
yang kau lakukan?” tanyanya.
“Changmin pabo.
PABO!” bentakku.
“Hye-ie aku ak
mengerti apa maksudmu.” Kata Changmin yang mulai ketakutan.
“Changmin pabo!
Bukankah appamu hanya datang satu bulan sekali? Dan besok dia sudah pergi
keluar kota bukan? Kau selalu mengeluh karena itu. Tapi kau malah menyiakannya”
emosiku meluap.
“Hye-ie
dengarkan ak..”
“Sudah, aku
kecewa padamu Changmin” aku membuang muka pada Changmin.
“Ya! Appaku
pulang besok lusa, jadi masih ada hari esok.” Changmin menjelaskan dengan
pelan. Jika aku dalam situasi seperti Changmin. Aku pasti akan marah-marah.
“Huh? Ji Hye??? Kau salah
informasi. Kau bikin malu saja pabo pabo pabo”
Aku memandang
Changmin cengengesan. Dan tersenyum lima jari.
“Maaf aku salah
paham. Ayo kita pergi.”ajakku.
“Tapi maaf saja
tidak cukup!” kata Changmin. Senyum jahil sudah terulas jelas di wajahnya.
“MWO? apa yang
kau inginkan??” tanyaku dengan nada ‘shock banget’.
“Selama kita
pergi sekolah dan pulang sekolah hari ini, kita harus bergandengan tanggan. Ah
selama di sekolah juga termasuk jam pelajaran. Kita kan sebangku.” Changmin
dengan riang mengucapkan permintaannya.
“...”
Aku
menyanggupinya, tapi entah kenapa aku mematung. Changmin yang tadinya riang
langsug tertunduk dan memasang muka sedih.
“Mianhe. Aku
lupa kalau kau punya Calon Tunangan. Mian.” Katanya lirih.
“Ayo berangkat!”
ajaknya.
Aku mengikuti
langkahnya. Baru 10 langkah sudah ku pegang tangannya.
“HUM????” ia
bergidik kaget.
“itu
Permintaanmu kan? Aku menyanggupinya, lagi pula Yoochun oppa hanya calon. Itu
bisa saja kubatalkan. Hanya saja aku...” aku terdian. Berat rasanya
melanjutkannya.
“Lalu? Hanya
saja kau?????” Changmin penasaran.
“Aku masih
memiliki rasa dengannya. Aku juga bingung. Aku tak menyukainya tetapi aku tak
rela putus hubungan dengannya. ” ucapku.
Changmin
merenggangkan pegangan tangan kami.
“Changmin..”
“Kita punya
jalan masing-masing kan? Aku tak mau kalian bertengkar hanya karena aku. Aku
akan mendapatkan pacar. Aku akan mencoba untuk mencintai seseorang.” Kata
Changmin dingin.
“Changmin... ”
Aku bahkan tak
sanggup mendengar kata-kata itu. Dia ingin mencari pacar. Aku tak tau perasaan
macam apa yang kumiliki. Aku pasti akan merasakan sakit jika kau memiliki
pacar. Aku takut kau tak akan mengerjakan pr deganku lagi. Memberiku boneka
disaat musim semi. Tak akan mengajakku ke taman lagi, dan mungkin semua itu
justru akan kau berikan pada pacarmu kelak.
o0o
dikelas kami tak
bergandengan tangan seperti rencana. Ia justru melirik seorang anak perempuan
benama Ga Yoon.
Itukah targetmu
Min? Aku senang kalau begitu. Kutau Ga Yoon anak yang manis dan pintar, penurut
dan penyayang.
“Ji Hye.” Hah?
Changmin? Kau tidak memanggilku dengan sebutan Hye-ie lagi? Dimana panggilan
sahabatmu itu??
“Ya Ji Hye! Kau
punya Nomer ponsel Ga Yoon?”
Aku mengangguk
dan memberikan nomer ponsel Ga Yoon.
Seharusnya ia
sangat senang. Yang ada dia malah sedih.
o0o
terdengar bunyi
lagu DB5K ‘wrong number’ dari ponselku.
Kulirik siapa
yang menelponku kali ini.
“Yoochun oppa” gumamku setelah mengetahui yang menelponku
adalah Yoochun oppa.
Aku segera
mengangkat telponnya.
“Yobseo
oppa.”
“Yobseo
Chagiya~”
“Wae
oppa?”
“Chagiya,
hari ini kau kesekolah ya?”
“Ne,
ada pelajaran tambahan.”
“Mwo?
padahal ini hari minggu.. seharusnya kau menelponku. Agar aku mengantarmu.”
“Aku
tak mau merepotkanmu oppa, setiap hari kau menjemputku, tak bosankah kau?”
“Mana
pernah aku bosan denganmu chagiya~”
“Jinja?”
“Ne
Chagiya. Oh ne, hari ini aku tak bisa ke
tropical land bersamamu.”
“Oppa, kau mau pergi kemana? Kerumah eonnie
Eun Ji?”
“tepat sekali. Ternyata pacarku cukup pintar.”
“Baiklah
oppa, terserah kau saja, kalau begitu aku mau main kerumah Minnie.”
Piip.
“huh, kau pikir aku tak
bisa begitu Yoochun oppa”
Aku
melangkangkan kakiku menuju rumah Changmin. Saat didepan pintu pagarnya segera
kutekan bel rumahnya.
Yang kulihat
appanya Changmin yang keluar.
“oh kau nak Ji
Hye, Changmin sakit demam. Jadi ia tak bisa main denganmu hari ini.”
Kata appanya
Changmin mengabarkan keadaan Changmin
“Jinja?”
Appanya Changmin
mengangguk.
“Ahjushi.
Bolehkah aku menjenguk Changmin?”
Appanya Changmin
mengangguk lagi. Dan ia mengajakku ke kamar Changmin. Baru saja tubuhku ingin
mencapai ambang pintu ...
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kata appa Changmin setengah berteriak.
Changmin
memandangku dengan muka masam
“Aku tak mau dia
disini appa.” Shut Changmin dingin.
=Changmin POV=
Terdengar suara
langkah kaki yang makin membesar. Mungkin ada seseorang yang akan masuk
kamarku.
“Changmin, ada
temanmu Ji Hye” kudengar suara appa setengah berteriak.
Ah Ji Hye
datang. Aku senang sekali disaat seperti ini ia mau menjengukku. Setahuku ia
akan pergi bersama Yoochun hyung ke tropical land.
Tapi, aku malu
padanya. Kenapa di saat ia adda aku malah sakit. Aku tak ingin terlihat lemah
di matanya. Aku tak ingin terlihat lemah, tapi bangun dari kasur ini saja aku
tak sanggup. Aku tak ingin melihat Ji Hye menangisiku seperti saat-saat sakitku
biasanya. Itu sangat perih. Aku tak ingin melihatnya menangis jadi ....
“Aku tak mau dia
disini appa.”
Aku terpaksa
berucap begitu Ji Hye,. Aku tak ingin melihatku begini.
Kulihat mata Hye-ie berkaca-kaca. Pastim sebentar
lagi ia akan menangis.
Ia langsung
pergi keluar tanpa pamit dengan appaku. Appaku mengejarnya.
Dan sekarang
akulah yang meneteskan air mata. Ji Hye, aku tak bermaksud begitu. Aku harap
kau tak akan salah paham.
o0o
hari ini aku kesekolah diantar appaku.
Rasanya senang sekali. Sesampainya di sekolah aku mematung di depan pos satpam.
Kenapa? Kenapa? Kenapa jantungku merasa sakit
saat melihat Ji Hye di antar oleh
Yoochun hyung.
Biasanya Ji Hye
lagsung datang kearahku. Tetapi kali ini dia malah melewatiku.
Di kelaspun tak
ada komunikasi di antara kami.
“Hye-ie”
panggilku.
“Changmin,
bisakah kau tidak mrmanggil namaku begitu. Telingaku sakit mendengarnya.”
Bentak Hye-ie kasar padaku.
“Bukankah kau
menyukai itu?” tanyaku.
Ji Hye sangat
senang jika dipnggil begitu.
“Sekarang tidak
aku tak mau dipanggil begitu olehmu.”
“Ji Hye. Kau
kenapa?”
“Tidak apa. “
o0o
saat pulang sekolah aku terus mengikuti
langkah Ji hye. Aku sudah berjanji pada Yunho hyung agar terus menjaga Ji Hye.
“Ji Hye, aku
pusing.” Kataku memelas pada Ji Hye.
Ji Hhye terur
melangkahkan kakinya tanpa menghiraukanku. Aku juga terus mensejajarkan
langkahku.
“Ji Hye...”
panggilku pada Ji Hye.
Ji Hye tiba-tiba
membalikan badannya. Aku hampir tertabrak dengannya jika saja aku tidak
menghentikan langkahku. Ia memasang muka dingin. Dingin sekali, sangat sulit
aku menggambarkannya.
“Changmin”
Akhirnya ia
membuka suara. Kau tau dengan begitu saja aku senang.
“Jangan mencari
perhatianku saja.” Katanya den
“Ji Hye pabo!!! Kenapa kau
berpikir seperti itu???? Changmin pasti hidup. Ia masih Hidup........”
gumamku smbil memukul-mukl keplaku.
Terdengar bunyi
lagu Wrong number dari ponselku. Ah pasti Yoochun oppa yang menelponku. Dan
ternyata itu benar setelah aku melihat ponselku. Aku segera saja mengangkatnya.
“Yobseo..”
“Yobseo Chagiya~
Ungh.. kau dimana sekarang??”
“Aku...
hei untuk apa kau mencariku??”
“Kenapa? Tidak
boleh ya?”
“Tentu
ssaja tidak pabo! Ini kan jam sekolah.”
“Kau Yang pabo
Chagi....” suara Yoochun
oppa kudengar sangat dingin.
“Hei....
kau”
“Bukankah ini sudah jam 6 sore. Bukankah sekolahmu
sudah bubar pda jam 6:30 petang. Kau jangan bohong.”
PIIIP
Segera saja ku
cabut baterai ponselku. Aku tak mau bicara padanya sekarang tidak untuk
sekarang.
Next To Chap 2 ,
mian pendek and thank’s buat yang udah baca. Lain kali datang lagi ya di Chap 2
;) ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar